Tembakan Salvo Iringi Pemakaman Surjadi Soedirdja

Selasa, 03 Agustus 2021 19:37 Nurito 633

(Foto: Nurito - Beritajakarta.id)

Tembakan salvo ke udara mengiringi pemakaman jenazah Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Surjadi Soedirdja di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/8) sore.

Almarhum sudah mengalami sakit sekitar 4 tahun terakhir

Pemakaman mantan Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Dalam Negeri ini, dilakukan secara militer dengan Inspektur Upacara, Jendreral (Purn) Agum Gumelar.

Prosesi pemakaman mantan Gubernur DKI Jakarta ke-10, periode 1992-1997, dilakukan dengan penuh khidmat. Tidak hanya dari kalangan keluarga, prosesi pemakaman juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi di jajaran TNI. Sebab semasa hidupnya, almarhum meniti kariernya di dunia militer.

Beberapa jabatan strategis pernah diembannya. Di antaranya, Pangdam Jaya (1988-1990) Asisten Sospol ABRI (1990-1992). Kemudian Gubernur DKI Jakarta (1992-1997), Menteri Dalam Negeri (1999-2001), Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (2000-2001) serta jabatan penting lainnya.

Dari jajaran Pemprov DKI tampak hadir Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, Sekko Jakarta Selatan. Kemudian Kepala Unit Pengelola Metrologi Dinas PPKUKM DKI, Nur Hidayat.

Hadir pula Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan sejumlah pejabat lainnya.

Almarhum Letjen (Purn) Surjadi Soedirdja, meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Selasa (3/8) sekitar pukul 10.35 dalam usia 82 tahun.

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengatakan, sosok almarhum Surjadi Soedirdja, adalah seorang yang betul-betul jenderal yang teguh pada prinsipnya. Hal itu ia rasakan saat Surjadi Soedirdja menjabat Pangsam Jaya tahun 1988-1990, dirinya menjabat Asintel Kodam Jaya. Sehingga ia bisa melihat bagaimana kepribadian Surjadi sebagai seorang pemimpin.

"Banyak hal yang saya tiru dari beliau. Orangnya sangat teguh dalam prinsipnya, tapi tentunya luwes dalam praktiknya. Itu yang saya tiru dari beliau," kata Agum.

Menurutnya, almarhum sudah mengalami sakit sekitar 4 tahun terakhir.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas nama pribadi keluarga dan juga seluruh keluarga besar Pepabri. Semoga arwah almarhum bisa diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan tabah dalam menghadapi cobaan ini itu harapan saya," papar Agum yang juga menjabat Ketua Umum Pepabri.