Pembangunan Apartemen di Duren Sawit Diprotes Warga

Selasa, 25 Maret 2014 Reporter: Nurito Editor: Erikyanri Maulana 7638

rusun_ilustrasi_dok_.jpg

(Foto: doc)

Merasa terganggu dengan proses pembangunan Apartemen Casablanca East Residence (CER) tahap dua, warga Jl Pahlawan Revolusi RT 01/02, Pondok Bambu, Duren Sawit mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (25/3).

Dalam gugatannya, warga menilai pembangunan apartemen itu telah menyalahi aturan lantaran dalam IMB hanya tertulis pembangunan rumah susun milik (rusunami). Namun, faktanya bukan dibangun rusun melainkan apartemen.  Sidang gugatan perdata ini diketuai majelis hakim, Hendro Puspito dengan hakim anggota, Nurhayati dan Tri Cahya Indra.

Salah seorang warga, Liong Tjia Fa (60) menuturkan, banyak kesalahan dalam pembangunan proyek tersebut. Diantaranya, pembangunan yang dilakukan tanpa izin warga sekitar. Lalu, awalnya pembangunan apartemen hanya delapan lantai. Tapi saat ini apartemen dibangun 21 lantai. Karena permasalahan tersebut, Liong Tjia Fa dan warga lainnya mengajukan gugatan ke PTUN. Adapun pihak tergugat yakni, Dinas P2B DKI dan PT Binakarya Agung Propertindo selaku kontraktor pembangunan apartemen tersebut.

Adapun materi gugatan yang diajukan, yakni terbitnya IMB Bangunan Rusunami Pondok Bambu, yang dipasarkan dengan nama Tower Apartemen Casablanca East Residence (CER) tahap II. Dalam IMB Nomor 3142/IMB/2013 tanggal 18 April 2013 itu diduga tidak sesuai Pergub No.129/2012 tentang Tata Cara Pemberian Pelayanan di Bidang Perizinan. Dimana dalam pasal 20 disebutkan, pembangunan gedung tersebut harus dilengkapi dengan surat persetujuan dari Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS). Namun sejauh ini pembangunan tak ada persetujuan dari PPRS.

"Kami sebagai warga sama sekali tidak pernah mendapatkan sosialiasi. Padahal tembok saya dan warga lain sangat dekat dengan proyek apartemen tahap dua. Bahkan tembok saya sekarang banyak retak tapi tidak ada tanggungjawab dari kontraktor," keluh Liong Tjing Fa, Selasa (25/3).

Sementara, pihak tergugat yang diwakili Rahwan, dalam kesaksiannya mengatakan, semua perizinan sudah  melalui prosedur. Bahkan sebelum proyek Apartemen CER dibangun, Dinas P2B DKI sudah melakukan kajian dan penelitian.

"Waktu pembangunan tower pertama, kami sudah minta persetujuan ke warga sekitar. Namun sekarang dalam tahap keduanya, hanya pemberitahuan ke kantor Walikota Jakarta Timur," ujar staf PT Binakarya Agung Propertindo ini.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 6107

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1747

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1562

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 606

Gebyar seni budaya setubabakan nur

Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

Sabtu, 20 Juni 2026 458

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks