Dinas PPAPP DKI dan Kolaborator Gelar Kampanye Bumi Bermain

Minggu, 25 Juli 2021 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 2062

Dinas PPAPP DKI dan Kolaborator Gelar Kampanye Bumi Bermain

(Foto: Nurito)

Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Traditional Games Returns (TGR Community) dan Komunitas Speak Up Now (SUN), menggelar kampanye bertajuk 'Bumi Bermain' dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2021.

Puncak kampanye diselenggarakan hari ini secara daring menggunakan platform zoom cloud meeting

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PPAPP DKI, Hendry Novrizal mengucapkan, mengapresiasi Traditional Games Returns dan Speak Up Now atas pelibatan RPTRA dalam perayaan Hari Anak Nasional ini.

Dijelaskan Hendry, acara yang digelar secara virtual ini dimeriahkan dengan kegiatan melukis pada gasing bambu dan menggambar, serta lomba mewarnai dan bermain permainan tradisional oleh anak-anak dan relawan. Selain itu, ada pula aktivitas mendongeng.   

"Kita apresiasi atas terselenggarannya kolaborasi ini. Pemprov DKI Jakarta juga telah menyelenggarakan Hari Anak Nasional di tingkat provinsi dengan tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Acara digelar 23 Juli kemarin," kata Hendry, Minggu (25/7).

Aghnina Wahdini, founder TGR Community mengatakan, rangkaian kampanye Bumi Bermain bersifat daring dengan cara merekrut relawan dan memberi tugas untuk mengumpulkan foto dan video bermain permainan tradisional dari rumah.

"Total relawan yang turut berpartisipasi mencapai 232 dari 25 provinsi dan 46 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) se-DKI Jakarta," bebernya.

Kampanye ini berlangsung sejak awal hingga pertengahan Juli, menggunakan media sosial Instagram @TGRCampaign dengan tagar #BumiBermain. Sedangkan puncak kampanye diselenggarakan hari ini secara daring menggunakan platform zoom cloud meeting.

"Pada puncak perayaan kampanye, TGR Community mengadakan talk show dengan tema “Kenali Psikologi Bermain Anak Melalui Permainan Tradisional," jelas Aghnina.

Menurut Aghnina, permainan tradisional yang sederhana mampu menjadi alternatif dan solusi kejenuhan anak serta menciptakan kebahagiaan bersama keluarga di masa pandemi saat ini.

Diharapkan, kegiatan ini menjadi semangat baru untuk generasi muda dan keluarga untuk tetap melibatkan permainan tradisional sebagai salah satu media belajar dan hiburan di rumah, agar semakin banyak pihak yang dapat berkolaborasi memajukan budaya Indonesia.

Sementara, psikolog dari Speak Up Now, Diah Nurayu menambahkan, pengembangan diri dapat dilakukan sejak dini melalui kegiatan bermain. Karena melalui bermain, anak dapat mengeksplorasi hal baru di sekelilingnya.

Salah satu kegiatan bermain yang dapat dilakukan, kata Diah, adalah melukis. Hal tersebut dapat memberikan dampak positif pada anak seperti mengurangi kecemasan dan stres.

"Kami ingin mewujudkan anak Indonesia siap untuk menjadi anak hebat yang tangguh, cerdas dan kreatif agar menjadi Agent of Change yang positif,” tandas Diah Nurayu.

BERITA TERKAIT
4.000 Peserta Ramaikan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2021

Pemprov DKI Adakan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2021 Secara Daring

Jumat, 23 Juli 2021 2166

Cihuyy..Ada Sentra Vaksin Anak di Ancol Bisa Dapat Tiket Wisata Gratis

Ada Sentra Vaksin Anak di Ancol Bisa Dapat Tiket Wisata Gratis

Jumat, 23 Juli 2021 3026

BERITA POPULER
Kebakaran sunter agung anita

Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

Rabu, 13 Mei 2026 7328

LRT fase 1b gery ist

Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

Rabu, 13 Mei 2026 1296

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 1705

Gub dki pramono ist

Pram Dukung Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku Judi Online

Rabu, 13 Mei 2026 971

Magang kerja pemprov dki ist

Program Magang Solusi Atasi Kesenjangan Skill dan Pengangguran

Rabu, 13 Mei 2026 881

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks