Sopir Truk Pertamina Tuntut Upah Lembur Selama 6 Tahun

Kamis, 06 Maret 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Agustian Anas 7955

demo_supir_pertamina_ist.jpg

(Foto: doc)

Sebanyak 200 sopir truk tangki Pertamina yang tergabung dalam Paguyuban Solidaritas Kru Mobil Tangki Indonesia (PSMTI) Se-Jawa akan berunjuk rasa di kantor pusat Pertamina, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Mereka menuntut upah lembur yang belum dibayar selama 6 tahun.

Namun sebelumnya, sejak pukul 08.00 - 09.00, massa menduduki jembatan akses menuju pintu 1 depo BBM Pertamina Plumpang. Akibatnya, lintasan masuk terganggu dan harus dialihkan ke pintu 3 depo BBM Pertamina Plumpang.

Koordinator Aksi, Herman, mengatakan massa sebanyak 200 orang ini merupakan kru mobil tangki pengangkut BBM se-Jawa Madura. Mereka menuntut uang lembur yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan selama 6 tahun.

"Upah lembur kami belum dibayarkan selama 6 tahun ini. Ada sekitar 2.000 karyawan di Jawa sampai Madura yang tidak dibayarkan, kalau di total mencapai Rp 749 miliar," ujarnya, Kamis (6/3).

Herman mengatakan tuntutan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja No 13 tahun 2013 tentang Upah Lembur. "Setelah ini kami akan melanjutkan aksi demo ke kantor Pertamina Pusat. Jam 12 siang nanti rekan-rekan lain akan berkumpul di sana," tukasnya.

Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina Tbk, Abdul Rochim, mengatakan, aksi ini tidak mengganggu distribusi pasokan BBM di Jabodetabek. Untuk menjaga lancarnya pasokan, ia mengalihkan lalu lintas truk tangki BBM melalui pintu 3 Depo yang berjarak 100 meter dari pintu 1.

"Kita ada 200 armada yang setiap hari 2 kali bolak-baik. Walaupun akses pintu 1 terganggu, pasokan BBM se-Jabodetabek tidak terganggu," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Koja, Konpol TB Simangunsong, mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 65 personil gabungan dari Polres, Polsek, dan Kodim untuk mengamankan aksi tersebut.

"Ini kan obyek vital nasional, sehingga kalau terganggu masyarakat banyak yang merasakan dampaknya. Setelah kita beri pemahaman, mereka mau mengerti dan membubarkan diri," ujarnya. 
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2611

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 734

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1399

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1014

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks