Revitalisasi Kota Tua Dimulai 13 Maret

Selasa, 04 Maret 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 3460

pengecatan_kotaTua_bjcom_dok.jpg

(Foto: doc)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merevitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Revitalisasi akan dimulai pada 13 Maret 2014 dan akan diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di Taman Fatahillah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan revitalisasi akan dilakukan secara bertahap terhadap 85 bangunan bersejatah yang dinilai tidak dirawat dengan baik.

Untuk tahap awal PT Pos di Taman Fatahillah akan dijadikan sebagai museum kontemporer dan pusat informasi. "Yang pasti akan dimulai bertahap, tanggal 13 Maret diluncurkan oleh Pak Gubernur di Taman Fatahillah," kata Arie, Selasa (4/3).

Dikatakan Arie, dalam peluncuran tersebut sekaligus untuk menginformasikan kepada publik terkait rencana revitalisasi Kota Tua. Pihaknya akan melakukan pendekatan kepada pengelola gedung yang bangunannya kurang terawat. "Pendekatannya konservasi dari gedung-gedung yang relatif tidak terawat dengan baik. Jumlahnya sementara ini 85 gedung. Secara bertahap ke 85 gedung itu yang akan jadi sasaran dari rencana konservasi," ujarnya.

Pemilik puluhan bangunan tersebut terdiri dari beberapa pihak, seperti swasta, perorangan, serta BUMN. Sehingga agar mempermudah pembangunannya dibentuk konsorsium. "Pemilik gedungnya ini swasta, perorangan, dan BUMN. Nanti dari pihak konsorsium, DKI juga akan menawarkan skema kerjasamanya, skema bisnis," ucapnya.

Dengan revitalisasi ini diharapkan sejarah Jakarta tidak akan hilang, karena banyak kekayaan heritage di dalamnya. Tidak hanya revitalisasi, Dinas Periwisata dan Kebudayaan juga akan mengembangkan aktivitas seni dan budaya, termasuk juga pengembangan ekonomi kreatif. Sehingga wisatawan yang berkunjung tidak hanya bisa menikmati wisata sejarah saja, tetapi juga berbagai aktivitas lainnya.

"Sudah dipastikan bahwa Kota Tua merupakan kawasan prospektif dan memiliki value luar biasa. Jadi bagian dari sejarah kota Jakarta. Artinya, akan dikembangkan aktvitas seni dan budaya. Termasuk ranah ekonomi kreatif komunitas, karena ini milik orang Jakarta sehingga partisipasi aktif sangat diharapkan dari seluruh stakeholder," kata Arie.

Menurut Arie, revitalisasi ini juga bisa berdampak pada nilai ekomoni. Menginggat Kota Tua akan menjadi magnet bagi wisatawan baik mancanegara ataupun wisatawan lokal. "Ini juga akan berdampak pada nilai ekonomi sehingga, kawasan Kota Tua jadi kawasan dinamis dan bisa mendorong kontribusi ekonomi Jakarta, budaya, pendidikan, dan sosial. Kota Tua bisa jadi sebagian restorasi Jakarta, nanti juga akan dibuat program trail (penanda) landmark," ujarnya.

Bahkan nantinya heritage trail dan patriot trail akan dihubungkan. Selain secara fisik aktivasi kegiatan lainnya juga digabungkan dengan bermacam stratgi pemasaran yang terkait dengan pengembangan kawasan dagang, budaya, dan pendidikan. "Kawasan heritage itu sendiri, harus dibikin landmark supaya ada story telling, supaya ada historical background sekaligus menggali kearifan lokal," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3563

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 646

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1418

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1034

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks