Lahan 46 Hektar untuk Perusahaan Elektronik

Senin, 03 Maret 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 2820

jokowi_lahan_di_PIK.jpg

(Foto: doc)

Lahan seluas 46 hektar di kawasan Kali Buaran, Penggilingan, Jakarta Timur, telah diajukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, kepada Foxconn Technology Group yang merupakan perusahaan elektronik raksasa asal Taiwan. Namun, nantinya lahan itu tidak akan dijadikan pabrik, melainkan untuk kegiatan riset dan pengembangan perusahaan tersebut.

Dikatakan Jokowi, lahan seluas 46 hektar tersebut akan dijadikan untuk research and development (R&D). Sebab, dalam kerjasama yang ditandatangani pada 7 Februari lalu, Pemprov DKI Jakarta bertugas untuk menyediakan lahan. Semula lahan yang disediakan yakni di kawasan Marunda, namun tidak cocok. Sehingga meminta dicarikan lahan lainnya.

"Kemarin Foxconn mau masuk, tetapi memang pertama mau dimulai dengan R&D-nya dulu. Kerjasama yang dilakukan dalam artian kita menyiapkan, tetapi isian dari mereka. Tapi kalau paling penting ini masih menjadi aset kita," kata Jokowi, di sela-sela peninjauan lokasi lahan di Penggilingan, Jakarta Timur, Senin (3/3).

Dikatakan Jokowi, kawasan Marunda hanya cocok untuk lokasi pabrik, sementara R&D tidak cocok. Jika nantinya lahan di Penggilingan visibel baru akan dibangun. Namun, semuanya harus ada persetujuan dari Foxconn terlebih dahulu. "Factory-nya ada di sana (Marunda). Disini lagi dicek visibel atau tidak. Di Marunda itu, untuk pabrik oke tapi riset tidak mau. Nanti akan kerjasama dengan Jakpro (Jakarta Propertindo)," ujarnya.

Kerjasama yang dilakukan, kata Jokowi, berkaitan dengan information technology (IT). Sehingga nantinya Foxconn tidak hanya berinvestasi di Jakarta, tapi juga melakukan transfer teknologi. "Jadi harus ada transfer teknologi terutama dalam masalah IT. Jadi itu yang kita perlukan, urusannya tidak hanya masalah investasi. Tapi, masalah transfer teknologinya harus diberikan ke kita," ucapnya.

Lahan yang dimiliki Pemprov DKI di Penggilingan yakni seluas 106 hektar. Namun, yang masih kosong hanya 46 hektar saja. Sementara sisanya sudah digunakan untuk pembangunan lainnya, seperti perumahan serta Pusat Industri Kecil (PIK). Jika lahan tersebut cocok maka pada April mendatang akan dimulai pembangunannya.

Nilai investasi Foxconn di Jakarta sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 12 triliun untuk jangka waktu 3-5 tahun. Dengan adanya investasi ini bisa menyerap tenaga kerja muda di Jakarta maupun daerah lain. Pemprov DKI Jakarta pun berjanji mempermudah perizinan dan membenahi infrastruktur. Sedangkan untuk lahan yang akan digunakan di kawasan Marunda, Jakarta Utara, yakni 200 hektare.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2914

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1234

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 496

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1280

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1084

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks