PT MRT Teken Kontrak Pengadaan Kereta

Selasa, 03 Maret 2015 Reporter: Folmer Editor: Dunih 7053

PT MRT Tandatangani Kontrak Rolling Stock

(Foto: doc)

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menandatangani kontrak bersama Sumitomo Corporation selaku pemenang tender paket CP-108 berupa rolling stock (pengadaan kereta). Penandatangan kontrak dilakukan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, dengan Naoki Hidaka, Representative Director dari Sumitomo Corporation serta dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota.

Saya bukan fanatik sama produk Jepang. Tapi, saya suka sama produk yang teruji puluhan, bahkan ratusan tahun

Paket CP-108 merupakan tahap finishing untuk pengadaan kereta. Sumitomo Corporation terpilih sebagai pemenang tender rolling stock untuk memasok 96 unit kereta pada MRT fase I.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembelian kereta dari perusahaan asal Jepang yang dilakukan oleh PT MRT Jakarta sudah tepat. Sebab, Jepang telah teruji dalam pengembangan dan produksi kereta api.

"Saya bukan fanatik sama produk Jepang. Tapi, saya suka sama produk yang teruji puluhan, bahkan ratusan tahun. Saya tidak mau pertaruhkan, apalagi yang coba-coba. Kita mau Jakarta dapat yang terbaik," kata Basuki, Selasa (3/3).

Ia mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI harus dialokasikan secara seksama untuk produk berkualitas agar tidak menimbulkan biaya lagi karena kualitas barang yang rendah. Bahkan, Basuki berpandangan lebih baik membeli produk terbaik dengan harga mahal daripada produk murah namun mudah rusak.

Ia pun berharap pembangunan proyek MRT dapat rampung pada tahun 2018 mendatang.

”Semakin cepat selesai, semakin cepat pula masyarakat menggunakan transportasi MRT,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami menjelaskan, kereta api dari Sumitomo Corporation akan menggunakan sistem Automatic Train Operation (ATO).

Dengan sistem ATO ini, seorang masinis hanya bertugas menekan tombol buka tutup pintu, dan menekan tombol start saat akan menjalankan kereta.

"Ini merupakan teknologi terbaru yang ada di dunia. Kita ketahui Jepang memang salah satu (negara) yang terdepan dalam teknologi," jelasnya. 

Sekadar diketahui besaran nilai kontrak untuk paket pengadaan kereta adalah sebesar 10,9 miliar yen, atau setara Rp 145 miliar.

Nantinya Sumitomo mendatangkan 16 rangkaian kereta dari Jepang. Satu rangkaian kereta terdiri dari enam kereta. Spesifikasi kereta menggunakan standar Strasya (Standart Urban Railway System for Asia).

"Dalam sekali perjalanan, satu rangkaian kereta dapat mengangkut 1950 penumpang. Dalam seharinya ditargetkan dapat mengangkut 173.000 penumpang," tambahnya.

BERITA TERKAIT
 Pengeboran Stasiun Bawah Tanah MRT Dimulai Agustus

Pengeboran Stasiun Bawah Tanah MRT Dimulai Agustus

Selasa, 03 Maret 2015 6066

Basuki Minta Dukungan Warga Atasi Kemacetan di Ibukota

Pemprov DKI Tiru Sistem Transportasi di Chicago

Jumat, 16 Januari 2015 6106

108 Bidang Tanah Untuk MRT di 3 Kelurahan Telah Dibebaskan

108 Bidang Tanah untuk MRT di Jaksel Dibebaskan

Kamis, 15 Januari 2015 5096

Bank DKI

Bank DKI Gelar Seminar Peluang dan Potensi Bisnis MRT

Rabu, 25 Februari 2015 5539

Pembenahan Transportasi di DKI Bakal Dikebut

Pembenahan Transportasi di DKI Bakal Dikebut

Senin, 19 Januari 2015 6867

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7113

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4803

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1896

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2474

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1017

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks