Disdik DKI Tak Usulkan Anggaran Buku Trilogi Ahok

Senin, 02 Maret 2015 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 3627

Disdik Pastikan tak Pernah Ajukan Buku Trilogi Gubernur

(Foto: Yopie Oscar)

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan pihaknya tidak mengusulkan anggaran pengadaan tiga buku (trilogi) tentang perjalanan hidup Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015.

Biarkan saja, nanti bisa dibuktikan. Pembahasan tidak ada. Di dalam dokumen yang menerapkan sistem e-budgeting juga tidak ada. Kan rapat pembahasan di-upload di youtube, silakan saja dicek. Kami pastikan tidak ada,

“Biarkan saja, nanti bisa dibuktikan. Pembahasan tidak ada. Di dalam dokumen yang menerapkan sistem e-budgeting juga tidak ada. Kan rapat pembahasan di-upload di youtube, silakan saja dicek. Kami pastikan tidak ada,“ tegas Arie Budhiman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, usai rapim di Balaikota, Senin (2/3) siang.

“Yang saya ketahui hanya anggaran Disdik DKI yang sudah dimasukkan ke dalam sistem e- budgeting. Dan anggaran pengadaan buku tidak masuk di dalam sistem," katanya lagi.

Arie juga menganggap pengadaan perangkat penyedia daya listrik atau uninterruptible power supply (UPS) di sekolah juga tidak penting. Namun, dia tidak mengetahui dan mengerti mengapa ada usulan pengadaan UPS tersebut.

"Kalian juga sudah tahu siapa yang ngarang. Yang pasti kalau tidak perlu, tidak akan ada usulan. Usulan UPS dari kita, nol kok. Coba dicek dan dibandingkan anggaran versi e-budgeting dengan usulan dewan. Yang muncul-muncul baru dipastikan itu bukan usulan dari SKPD,“ ucap mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta ini.

Ia menegaskan, Disdik DKI mengusulkan anggaran untuk program kerja selama tahun 2015 sesuai kebutuhan. “Kegiatan yang diusulkan tidak mengada-ada dan mengacu pada sistem e-budgeting. Sistem penganggaran dimulai dari bawah, sehingga tidak bisa serta merta dimasukkan tanpa ada permintaan dari bawah,“ ungkapnya.

Sekadar diketahui, pengadaan buku trilogi tersebut dianggarkan Komisi E DPRD DKI hingga Rp 30 miliar. Buku rencanaanya akan diterbitkan dalam tiga seri, masing-masing Nekat Demi Rakyat (senilai Rp 10 miliar), Dari Belitung Menuju Istana (senilai Rp 10 miliar), dan Tionghoa Keturunanku, Indonesia Negaraku (senilai Rp 10 miliar).

BERITA TERKAIT
Ratusan Warga DKI Tulis Petisi dan Tanda Tangan Dukung Ahok

Aksi Dukungan untuk Ahok Ramaikan Car Free Day

Minggu, 01 Maret 2015 8743

Refly Harun : Hak Angket Bergulir, Ahok Sulit Dimakzulkan

Refly Harun: Tidak Mudah Menurunkan Ahok

Senin, 02 Maret 2015 7970

       Ke KPK, Ahok Bawa Setumpuk Dokumen

Ke KPK, Ahok Bawa Setumpuk Dokumen

Jumat, 27 Februari 2015 5929

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9282

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3239

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3667

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1953

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1524

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks