Warga Keluhkan Kali Cakung Lama Makin Dangkal

Senin, 03 Maret 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 3875

bangunan_liar-x-cakunglama.jpg

(Foto: doc)

Keberadaan Kali Cakung Lama yang membentang melewati 3 kecamatan di Jakarta Utara dikeluhkan warga sebagai sumber banjir. Pasalnya, kondisi kali sepanjang 15 Kilometer melewati Kecamatan Koja, Cilincing dan Kelapa Gading, yang dulunya memliki lebar 20 meter, kini hanya tersisa 2 meter.

Selain itu, kedalaman kali pun kini tak lebih dari 1 meter dari awalnya sekitar 5 meter sehingga jika hujan airnya meluap ke pemukiman warga di RW 03 Kelurahan Peganggsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, RW 04 Tugu Selatan, Koja, dan RW 10 Sukapura, Cilincing.

Warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Supri (33) mengatakan, kali yang berada di belakang rumahnya itu kerap meluap saat terjadi hujan. Biasanya, bila intensitas hujan sedang berlangsung sekitar 1 jam saja, pemukimannya akan tergenang sekitar 20 sentimeter.

"Dari dulu rencananya mau dinormalisasi, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Seperti pertengahan Januari lalu, banjir di pemukiman kita mencapai 1 meter," keluhnya, Senin (3/3).

Terkait hal itu, Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Kuryatna Atmadja mengakui, kondisi Kali Cakung Lama saat ini memang sudah tidak normal lagi, karena sepanjang aliran kali terjadi penyempitan. Dari kondisi awal 20 meter, kini paling lebar hanya 8 meter saja. Bahkan beberapa titik di Kecamatan Cilincing dan Kelapa Gading, lebar kali hanya 2 meter saja.

"Dari hulu ke hilir beda-beda, ada yang 2 meter. Yang 8 meter hanya di Koja, itupun karena sudah dinormalisasi Dinas PU DKI 2010 lalu," katanya.

Diakuinya kedalaman kali juga mengalami pendangkalan. Dari kedalaman awal sekitar 5 meter, kini diperkirakan kurang dari 1 meter saja. Kondisi itulah yang menurutnya menjadi penyebab Kali Cakung Lama kerap meluap. Selain itu, Kuryatna, mengatakan keberadaan bangunan yang memakan badan kali turut menyebabkan terjadinya penyempitan.

"Untuk menyelesaikannya memang harus beberapa tahapan. Mulai dari relokasi kemudian pembangunan jalan inspeksi agar alat berat bisa masuk," tegasnya.

Sementara itu Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi mengatakan, pengerjaan normalisasi akan dilakukan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Sedangkan waktu pelaksanaannya diakuinya masih dalam pembahasan.

"Nanti akan dikerjakan oleh pihak dinas. Infonya yang saya tahu mungkin sekitar Mei atau Juni tahun ini akan dimulai," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2854

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1254

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1044

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1186

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 578

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks