Warga Keluhkan Kali Cakung Lama Makin Dangkal

Senin, 03 Maret 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 3934

bangunan_liar-x-cakunglama.jpg

(Foto: doc)

Keberadaan Kali Cakung Lama yang membentang melewati 3 kecamatan di Jakarta Utara dikeluhkan warga sebagai sumber banjir. Pasalnya, kondisi kali sepanjang 15 Kilometer melewati Kecamatan Koja, Cilincing dan Kelapa Gading, yang dulunya memliki lebar 20 meter, kini hanya tersisa 2 meter.

Selain itu, kedalaman kali pun kini tak lebih dari 1 meter dari awalnya sekitar 5 meter sehingga jika hujan airnya meluap ke pemukiman warga di RW 03 Kelurahan Peganggsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, RW 04 Tugu Selatan, Koja, dan RW 10 Sukapura, Cilincing.

Warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Supri (33) mengatakan, kali yang berada di belakang rumahnya itu kerap meluap saat terjadi hujan. Biasanya, bila intensitas hujan sedang berlangsung sekitar 1 jam saja, pemukimannya akan tergenang sekitar 20 sentimeter.

"Dari dulu rencananya mau dinormalisasi, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Seperti pertengahan Januari lalu, banjir di pemukiman kita mencapai 1 meter," keluhnya, Senin (3/3).

Terkait hal itu, Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Kuryatna Atmadja mengakui, kondisi Kali Cakung Lama saat ini memang sudah tidak normal lagi, karena sepanjang aliran kali terjadi penyempitan. Dari kondisi awal 20 meter, kini paling lebar hanya 8 meter saja. Bahkan beberapa titik di Kecamatan Cilincing dan Kelapa Gading, lebar kali hanya 2 meter saja.

"Dari hulu ke hilir beda-beda, ada yang 2 meter. Yang 8 meter hanya di Koja, itupun karena sudah dinormalisasi Dinas PU DKI 2010 lalu," katanya.

Diakuinya kedalaman kali juga mengalami pendangkalan. Dari kedalaman awal sekitar 5 meter, kini diperkirakan kurang dari 1 meter saja. Kondisi itulah yang menurutnya menjadi penyebab Kali Cakung Lama kerap meluap. Selain itu, Kuryatna, mengatakan keberadaan bangunan yang memakan badan kali turut menyebabkan terjadinya penyempitan.

"Untuk menyelesaikannya memang harus beberapa tahapan. Mulai dari relokasi kemudian pembangunan jalan inspeksi agar alat berat bisa masuk," tegasnya.

Sementara itu Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi mengatakan, pengerjaan normalisasi akan dilakukan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Sedangkan waktu pelaksanaannya diakuinya masih dalam pembahasan.

"Nanti akan dikerjakan oleh pihak dinas. Infonya yang saya tahu mungkin sekitar Mei atau Juni tahun ini akan dimulai," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7106

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4794

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1842

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2457

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 997

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks