Bus Sekolah DKI Percepat Proses Evakuasi Pasien COVID-19

Jumat, 28 Agustus 2020 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Rio Sandiputra 2491

Bus Sekolah DKI Percepat Proses Evakuasi Pasien COVID-19

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta mempercepat proses penjemputan pasien COVID-19 menggunakan bus sekolah. Dari titik keberangkatan hingga ke lokasi penjemputan dipastikan tidak lebih dari dua jam.

Termasuk dalam hal administrasi dan koordinasi. Karena di Wisma Atlet itu protokol masuknya ketat

Kepala UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murthadho mengatakan, personel dan armada dipastikan siaga penuh selama 24 jam. Sehingga ketika ada laporan penanganan pasien COVID-19 dari Dinas Kesehatan tidak memakan waktu lama.

Menurut Ali, tingginya permintaan dalam perbantuan evakuasi pasien COVID-19 membuat pihaknya berbenah. Diantaranya, melatih awak bus dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara mandiri, kemudian pemeriksaan armada untuk memastikan kondisi bus prima dan steril, lalu pemilihan rute tercepat menuju lokasi penjemputan.

"Termasuk dalam hal administrasi dan koordinasi. Karena di Wisma Atlet itu protokol masuknya ketat. Kami sudah persiapkan semua supaya bus kita langsung masuk, tidak ketahan karena pengecekan," ujar Ali, Jumat (28/8).

Nantinya bus sekolah yang menjemput pasien COVID-19 juga dikawal oleh tim pengawal (voorijder) untuk mengurai kemacetan, dan tim mekanik (storing) untuk mengantisipasi bus yang mengalami kendala mesin saat dalam perjalanan.

"Voorijder untuk membukakan jalan, satu di depan, satu di belakang. Sebelum ada voorijder bisa empat jam bisa lebih. Dengan segala persiapannya kami pastikan sampai ke titik penjemputan pasien maksimal dua jam," kata Ali.

Untuk diketahui, UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan sebanyak lima unit bus sekolah untuk penanganan pasien COVID-19 dengan kapastitas penumpang 20 orang setiap bus.

Ali menambahkan, untuk mempermudah koordinasi penanganan pasien dibentuk grup WhatsApp khusus yang beranggotakan jajaran Dinas Kesehatan hingga seluruh puskemas di Jakarta.

"Intinya kami berusaha melakukan percepatan sampai titik penjemputan. Mulai dari laporan masuk butuh bantuan evakuasi sampai lokasi penjemputan maksimal dua jam," tandas Ali.

BERITA TERKAIT
DTKJ Apresiasi Pemprov DKI Kerahkan Bus Sekolah Urai Kerumunan

DTKJ Apresiasi Bantuan Bus Bagi Komuter

Selasa, 16 Juni 2020 1746

Puluhan Bus Sekolah Fasilitasi Transportasi Tenaga Medis

Puluhan Bus Sekolah Fasilitasi Transportasi Tenaga Medis

Senin, 30 Maret 2020 5900

300 Warga Pasar Manggis Ikuti Rapid Test Massal

Lima Bus Sekolah Layani 373 Warga Repatriasi ke Bandara dan Terminal

Jumat, 05 Juni 2020 2644

10 Unit Bus Sekolah Layani 94 Warga Tanpa SIKM ke Tempat Karantina

Bus Sekolah Antar Warga Tanpa SIKM ke Lokasi Karantina

Rabu, 03 Juni 2020 3253

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 4787

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1221

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1417

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1347

Transjakarta halte balaikota doc

Ini Rute Bus Transjakarta ke Jakarta Fair Kemayoran

Jumat, 12 Juni 2026 1469

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks