Jumat, 28 Februari 2014
Reporter: Folmer
Editor: Erikyanri Maulana
3135
(Foto: doc)
Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mewujudkan fasilitas maupun srana transportasi massal yang aman dan nyaman serta terintegrasi. Hal ini dilakukan demi mengurai kemacatan di ibu kota.
"Kita nggak ngotot membangun monorel. Tapi yang dibutuhkan transportasi massal. Itu yang benar. Ngototnya di situ. Kalau kami ragu bisa bangun sendiri, kita serahkan ke swasta. Kalau swasta ragu berarti enggak layak," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Jumat (28/2).
Untuk itu, kata Basuki, pihaknya membuka peluang bagi swasta yang ingin membangun transportasi massal yang terintegrasi di ibu kota. "Sayangnya, pengembang monorel tidak memanfaatkan kesempatan kedua yang telah diberikan Pemprov DKI dengan baik," katanya.
Ia menilai PT Jakarta Monorel selaku pengembang monorail tidak memiliki sisi bisnis yang memadai sebab perusahaan tersebut bergerak di bidang properti, tap berkeinginan menjadi kontraktor monorel tanpa tender. "Dari sisi teknisnya oke saja, tapi segi bisnis enggak visible.Artinya kalau dia bangkrut, kita harus beli sama dia. Enggak lucu juga," katanya.
Dikatakan Basuki, akan lebih efektif dan cepat bila Pemprov DKI membangun transportasi massal berbasis bus rapid transit (BRT) dan loop line (kereta api lingkar) daripada LRT. "BRT bisa diatur dengan headway satu menit, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang," tandas mantan Bupati Belitung Timur.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3433
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman
Jumat, 31 Juli 2026
1708
Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir
Jumat, 31 Juli 2026
1530
Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran