MPPJ Apresiasi Langkah Jokowi Selesaikan Masalah Jakarta

Selasa, 25 Maret 2014 Reporter: Folmer Editor: Widodo Bogiarto 4257

jokowi_waduk_erna.jpg

(Foto: doc)

Masyarakat Peduli Pembangunan Jakarta (MPPJ) mengapresiasi berbagai langkah yang akan ditempuh di masa mendatang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Basuki T Purnama.

"Program pembangunan yang dibahas dalam Musrenbang Provinsi DKI 2014 turut melibatkan Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)," kata Arman Zakaria, Direktur Eksekutif MPPJ, di Balaikota, Selasa (25/3).

Ia mengatakan, keikutsertaan Kementerian Bappenas dalam penyusunan pembangunan di ibu kota melalui Musrenbang DKI 2014 akan berdampak baik kepada masyarakat. "Dalam hal ini, Kementerian Bappenas sangat memungkinkan aspirasi visi pembangunan DKI Jakarta melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan terintegrasi sesuai dengan konsep pembangunan ibu kota secara nasional," ujarnya.

Sehingga, lanjut Arman, sejumlah hal yang menjadi persoalan di Jakarta sangat mungkin cepat terselesaikan terutama penanganan masalah banjir dan kemacetan. "Penanganan banjir dan kemacetan yang menjadi keluhan warga selama ini telah ditangani oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo secara maksimal. Namun kondisi alam yang tidak bersahabat sehingga semua komponen dapat memaklumi hal ini," tuturnya.

Sekadar diketahui, Pemprov DKI menggelar Musrenbang 2014 di Balaikota, Selasa (25/3). Direncanakan, Musrenbang akan digelar hingga tanggal 27 Maret mendatang. Gubernur DKI, Joko Widodo memprioritaskan tiga program infrastruktur di ibu kota. Ketiga program tersebut di antaranya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), pembangunan Waduk Megamendung, dan pengelolaan air limbah.

Sementara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana menjelaskan, pihaknya tengah menyusun rancangan teknokratik yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Menurut dia ada tiga sasaran utama RPJMN untuk tahun 2015-2019. Pertama, Indonesia bisa keluar dari middle income trap pada 2030.

Untuk mencapai hal itu pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tumbuh sekitar 6 persen-8 persen per tahun. PDB per kapita sekitar US $ 7000, pengurangan angka kemiskinan menjadi 6 persen - 8 persen pada periode 2015-2019. "Selain itu peningkatan kualitas SDM. Serta membaiknya kualitas pendidikan ditambah angka kematian bayi dari 28 per seribu tahun 2012 menjadi 29 per seribu tahun 2019," tuturnya.

Sasaran kedua RPJMN 2015-2019, lanjut Armida yakni terjaganya swasembada pangan dengan perkiraan produksi beras mencapai 46,1 juta ton dan pertumbuhan 2,9 persen per tahun.

Sasaran ketiga adalah menciptakan ketahanan energi dengan meningkatkan porsi energi terbarukan dari 4 persen pada  2010 menjadi 6,7 persen pada 2019, kapasitas terpasang pembangkit listrik menjadi 92,9 gigawatt.

Armida menambahkan agar RPJMN 2015-2019 berjalan lancar maka yang dibutuhkan adalah komitmen bersama dari pemerintah pusat khususnya kabinet baru serta pemerintah daerah. "Jika semua stakeholder sudah berkomitmen maka tiga sasaran utama dalam RPJMN 2015-2019 secara bertahap akan terealisasi dengan baik," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7033

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4642

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2156

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1312

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1745

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks