Rabu, 26 Februari 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Agustian Anas
2834
(Foto: doc)
Bank DKI mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang impresif selama tahun 2013. Bagaimana tidak, bank yang saham mayoritasnya dimiliki Pemprov DKI ini berhasil memperoleh laba sebelum pajak sebesar Rp 801 miliar atau tumbuh sebesar 77,6 persen dari tahun 2012 sebesar Rp 451 miliar. Sedangkan tahun ini, perolehan laba ditargetkan mencapai Rp 1 triliun.
Direktur Utama Bank BKI, Eko Budiwiyono mengatakan, pertumbuhan laba yang signifikan tersebut didorong adanya pertumbuhan laba operasional sebesar 67,5 persen dari Rp 440 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 737 di tahun 2013 dan pendapatan bunga bersih yang terdongkrak hingga 37,67 persen dari angka Rp 1,20 triliun di tahun 2012 menjadi Rp 1,66 di tahun 2013.
"Prestasi ini mampu dicapai Bank DKI di tengah perekonomian tahun 2013 yang terbilang sulit. Dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,7 persen dan di tengah kuatnya tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang meningkat. Selain itu juga pelemahan nilai tukar rupiah serta relasi inflasi sebesar 8 persen," kata Eko, di Jakarta, Rabu (26/2).
Menurut Eko, semua bidang tumbuh dengan baik dan memenuhi target. Seperti penyaluran kredit tumbuh sebesar 37,57 persen dari Rp 14,55 triliun di tahun 2012 menjadi Rp 20,02 triliun di tahun 2013, dengan porsi kredit untuk segmen produktif di atas 50 persen. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,15 persen dari Rp 20,64 triliun menjadi Rp 22,12 triliun di tahun 2013. Dengan komposisi giro mencapai Rp 11,18 triliun atau 50,58 persen dari total DPK, tabungan mencapai Rp 5,02 triliun atau 22,71 persen, serta deposito sebesar Rp 5,90 triliun atau sebesar 26,71 persen.
Namun, kata Eko, pertumbuhan kredit yang tinggi tersebut tidak membuat Bank DKI kekeringan likuiditas. Pihaknya juga terus mengucurkan kredit, lantaran APBD DKI terus meningkat sehingga mendongkrak proyek pembangunan. "DPK tumbuh relatif melambat karena kita enggan jor-joran perang bunga seperti bank umum nasional lainnya. Yang terpenting barbagai rasio keuangan Bank DKI tetap terjaga pada kirasan yang sehat," ujarnya.
Pada 2013, pertumbuhan total aset Bank DKI juga meningkat sebesar 15,51 persen dari Rp 26,62 triliun menjadi Rp 30,74 triliun. Sementara pada tahun ini ditargetkan perolehan laba mencapai Rp 1 triliun. "Meski diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2014 hanya akan berada pada kisaran maksimal 5,5 persen, kita tetap mencanangkan target pertumbuhan kinerja yang optimis," kata Eko.
Tahun ini penyaluran kredit ditargetkan tumbuh 27,2 persen dengan memilih sektor yang tidak rentan terhadap guncangan perekonomian Indonesia seperti sektor retail. Sementara untuk DPK ditargetkan tumbuh 37,5 persen. Sedangkan untuk peningkatan aset ditargetkan menjadi Rp 37 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Eko, akan dibuka 76 kantor baru baik kantor cabang maupun cabang pembantu, di beberapa daerah baik di Jabodetabek dan Medan, Balikpapan, Papua, dan Gresik. Selain itu juga akan dioperasionalkan 39 gerai usaha mikro di Jabodetabek, Surabaya, Solo, Bandung, Makassar, Pelembang, dan Pekanbaru.
Seperti yang dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo tahun ini rencananya Bank DKI akan kembali mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 1 triliun melalui penyertaan modal pemerintah (PMP). Sebelumnya di tahun 2013, Bank DKI juga telah mendapatkan penguatan struktur pemodalan dengan adanya penambahan modal disetor dari Pemprov DKI sebanyak dua kali dengan total Rp 800 miliar.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3199
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
736
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
641
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital