Kondisi halte bus di wilayah Jakarta Barat banyak yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, dari 450 halte bus yang tersebar di delapan kecamatan di wilayah itu, sebanyak 40 persennya ternyata dalam kondisi tidak layak pakai. Untuk itu, Sudin Perhubungan Jakarta Barat pun berencana memperbaikinya termasuk perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO). Untuk tahun 2014, anggaran perbaikan yang disiapkan sebesar Rp 10 miliar.
Plt Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Anton Parura mengakui jika kondisi halte maupun JPO di Jakarta Barat saat ini dalam kondisi rusak, mulai dari atap atau tiang penyangganya yang hilang, berkarat, penuh coretan hingga ditempati para PKL. "Dari sekitar 450 halte, 40 persen diantaranya saat ini kondisinya tidak layak pakai," ujar Anton, Jumat (21/3).
Adapun halte yang kerap ditempati PKL, paling banyak terdapat di kawasan Palmerah dan Rawabelong. Untuk mengusir para PKL itu, sambung Anton, pihaknya telah memasang barikade beton atau MCB.
Dikatakan Anton, di setiap kecamatan terdapat sekitar 40 sampai 60 halte. Sedangkan untuk perbaikan halte tersebut pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 100 juta untuk setiap kecamatan. "Di Jakarta Barat ada delapan kecamatan, sedangkan anggarannya hanya Rp 100 juta. Makanya akan kami survei terlebih dahulu sebelum diperbaiki," ucap Anton.
Ditambahkan Anton, perbaikan halte tersebut juga ikut dibantu Dinas Perhubungan (Dishub) DKI baik dari pengerahan personel sampai anggaran yang dibutuhkan. "Tentu kami selalu berkoordinasi dengan dinas, agar pengerjaannya tidak tumpang tindih," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3345
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
645
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital