Mesin Giling Daging di Pasar Ciplak Ganggu Warga

Jumat, 28 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 6070

pasar_ciplak_nurito.jpg

(Foto: doc)

Mesin penggiling daging yang digunakan pedagang di Pasar Ciplak, Cipinang, Jakarta Timur dikeluhkan warga. Pasalnya, mesin penggiling tersebut kerap berbunyi nyaring sehingga mengganggu warga sekitar RT 06/03, Cipinang Besar Selatan. Warga berharap pemilik mesin giling memasang alat peredam. Pihak pengelola pasar pun belum bisa memberikan solusi. Alhasil, warga pun menjadi kecewa.

Warga kerap merasakan kebisinginan saat mesin giling dioperasikan setiap pukul 03.00 - 10.00. Jarak pemukiman warga dengan kios hanya sekitar 7-10 meter. Yakni, berada di belakang pasar. Sehingga setiap hari warga merasa tak nyaman dan tak bisa tidur nyenyak. Kios gading yang memiliki mesin giling itu sendiri ada dua, yakni di Blok Los A.LSB.BKS nomor 254 dan 251.

Istiqomah (52), salah satu warga menuturkan, suara bising dari mesin giling itu seperti layaknya mesin di sebuah pabrik industri besar. Suaranya sangat kencang dan mengganggu istirahat warga.

Dua pekan lalu pihaknya bersama warga lain sudah menemui kepala Pasar Ciplak, meminta dicarikan solusi. Agar menegur pemilik kios dan memasang alat peredam namun tidak direspon.

"Bahkan selain bising juga moncong cerobong asapnya diarahkan ke pemukiman warga. Sehingga asap dari mesin menyebar ke rumah warga. Kami berharap agar ada solusinya karena warga sangat terganggu," keluh Istiqomah, Jumat (28/2).

Dikatakan Istiqomah, warga juga sudah meminta agar pemilik kios memasang alat peredam dan memutar arah moncong cerobong asap. Namun hingga kini juga belum ada tindak lanjutnya. Padahal kebisingan itu sudah muncul sejak pasar itu beroperasi, pada Oktober 2013 lalu.

Terkait hal tersebut, Kepala Pasar Ciplak, Nurdin mengatakan, pihaknya sudah menegur pemilik kios. Bahkan, surat teguran pertama telah diberikan pada pemiliknya. Surat teguran kedua rencananya akan diberikan pada Jumat ini. Isi teguran adalah agar pemilik kios membuat alat peredam dan mengarahkan moncong cerobongnya ke atas, bukan ke pemukiman warga.

"Pemilik kios sudah kita panggil dan dikasih surat peringatan. Nanti kita akan carikan solusinya, agar pedagang dan masyarakat sekitar sama-sama enak," tandas Nurdin.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3162

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 736

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 641

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1402

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1016

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks