Mesin Giling Daging di Pasar Ciplak Ganggu Warga

Jumat, 28 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 6192

pasar_ciplak_nurito.jpg

(Foto: doc)

Mesin penggiling daging yang digunakan pedagang di Pasar Ciplak, Cipinang, Jakarta Timur dikeluhkan warga. Pasalnya, mesin penggiling tersebut kerap berbunyi nyaring sehingga mengganggu warga sekitar RT 06/03, Cipinang Besar Selatan. Warga berharap pemilik mesin giling memasang alat peredam. Pihak pengelola pasar pun belum bisa memberikan solusi. Alhasil, warga pun menjadi kecewa.

Warga kerap merasakan kebisinginan saat mesin giling dioperasikan setiap pukul 03.00 - 10.00. Jarak pemukiman warga dengan kios hanya sekitar 7-10 meter. Yakni, berada di belakang pasar. Sehingga setiap hari warga merasa tak nyaman dan tak bisa tidur nyenyak. Kios gading yang memiliki mesin giling itu sendiri ada dua, yakni di Blok Los A.LSB.BKS nomor 254 dan 251.

Istiqomah (52), salah satu warga menuturkan, suara bising dari mesin giling itu seperti layaknya mesin di sebuah pabrik industri besar. Suaranya sangat kencang dan mengganggu istirahat warga.

Dua pekan lalu pihaknya bersama warga lain sudah menemui kepala Pasar Ciplak, meminta dicarikan solusi. Agar menegur pemilik kios dan memasang alat peredam namun tidak direspon.

"Bahkan selain bising juga moncong cerobong asapnya diarahkan ke pemukiman warga. Sehingga asap dari mesin menyebar ke rumah warga. Kami berharap agar ada solusinya karena warga sangat terganggu," keluh Istiqomah, Jumat (28/2).

Dikatakan Istiqomah, warga juga sudah meminta agar pemilik kios memasang alat peredam dan memutar arah moncong cerobong asap. Namun hingga kini juga belum ada tindak lanjutnya. Padahal kebisingan itu sudah muncul sejak pasar itu beroperasi, pada Oktober 2013 lalu.

Terkait hal tersebut, Kepala Pasar Ciplak, Nurdin mengatakan, pihaknya sudah menegur pemilik kios. Bahkan, surat teguran pertama telah diberikan pada pemiliknya. Surat teguran kedua rencananya akan diberikan pada Jumat ini. Isi teguran adalah agar pemilik kios membuat alat peredam dan mengarahkan moncong cerobongnya ke atas, bukan ke pemukiman warga.

"Pemilik kios sudah kita panggil dan dikasih surat peringatan. Nanti kita akan carikan solusinya, agar pedagang dan masyarakat sekitar sama-sama enak," tandas Nurdin.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 880

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 798

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1159

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 599

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1100

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks