Mesin Giling Daging di Pasar Ciplak Ganggu Warga

Jumat, 28 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 6343

pasar_ciplak_nurito.jpg

(Foto: doc)

Mesin penggiling daging yang digunakan pedagang di Pasar Ciplak, Cipinang, Jakarta Timur dikeluhkan warga. Pasalnya, mesin penggiling tersebut kerap berbunyi nyaring sehingga mengganggu warga sekitar RT 06/03, Cipinang Besar Selatan. Warga berharap pemilik mesin giling memasang alat peredam. Pihak pengelola pasar pun belum bisa memberikan solusi. Alhasil, warga pun menjadi kecewa.

Warga kerap merasakan kebisinginan saat mesin giling dioperasikan setiap pukul 03.00 - 10.00. Jarak pemukiman warga dengan kios hanya sekitar 7-10 meter. Yakni, berada di belakang pasar. Sehingga setiap hari warga merasa tak nyaman dan tak bisa tidur nyenyak. Kios gading yang memiliki mesin giling itu sendiri ada dua, yakni di Blok Los A.LSB.BKS nomor 254 dan 251.

Istiqomah (52), salah satu warga menuturkan, suara bising dari mesin giling itu seperti layaknya mesin di sebuah pabrik industri besar. Suaranya sangat kencang dan mengganggu istirahat warga.

Dua pekan lalu pihaknya bersama warga lain sudah menemui kepala Pasar Ciplak, meminta dicarikan solusi. Agar menegur pemilik kios dan memasang alat peredam namun tidak direspon.

"Bahkan selain bising juga moncong cerobong asapnya diarahkan ke pemukiman warga. Sehingga asap dari mesin menyebar ke rumah warga. Kami berharap agar ada solusinya karena warga sangat terganggu," keluh Istiqomah, Jumat (28/2).

Dikatakan Istiqomah, warga juga sudah meminta agar pemilik kios memasang alat peredam dan memutar arah moncong cerobong asap. Namun hingga kini juga belum ada tindak lanjutnya. Padahal kebisingan itu sudah muncul sejak pasar itu beroperasi, pada Oktober 2013 lalu.

Terkait hal tersebut, Kepala Pasar Ciplak, Nurdin mengatakan, pihaknya sudah menegur pemilik kios. Bahkan, surat teguran pertama telah diberikan pada pemiliknya. Surat teguran kedua rencananya akan diberikan pada Jumat ini. Isi teguran adalah agar pemilik kios membuat alat peredam dan mengarahkan moncong cerobongnya ke atas, bukan ke pemukiman warga.

"Pemilik kios sudah kita panggil dan dikasih surat peringatan. Nanti kita akan carikan solusinya, agar pedagang dan masyarakat sekitar sama-sama enak," tandas Nurdin.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2503

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1202

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 962

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 509

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 404

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks