Warga Diminta Tingkatkan PHBS Cegah DBD

Rabu, 15 April 2020 Reporter: Nurito Editor: Erikyanri Maulana 2477

Warga Diminta Tingkatkan PHBS Cegah DBD

(Foto: Nurito)

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur mengajak warga terus meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjadi juru pemantau jentik (jumantik) mandiri di rumahnya masing-masing. Ajakan ini disampaikan untuk mencegah kasus demam berdarah dengue (DBD) di tengah pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) seperti saat ini.

Ini harus diantisipasi bersama,

Kepala Sudinkes Jakarta Timur, Indra Setiawan menuturkan, banyak faktor yang menyebabkan kemunculan kasus DBD. Antara lain, banyaknya genangan atau sisa air hujan terutama di area yang sulit dijangkau sehingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah.

"Tempat penyimpanan barang bekas yang terisi air hujan menjadi tempat potensial berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. Ini harus diantisipasi bersama. Tidak hanya oleh pemerintah melainkan juga masyarakat secara keseluruhan," ujar Indra, Rabu (15/4).

Saat ini, sambung Indra, upaya pencegahan yang dilakukan jajarannya yakni dengan meningkatkan sistem kewaspadaan dini. Kemudian melakukan pemantauan secara ketat melalui surveilans aktif berbasis rumah sakit dan puskesmas. Upaya lainnya, mengaktifkan Korwil DBD sampai ke tingkat kelurahan. Di mana setiap hari Jumat turun ke daerah binaan untuk monitoring pelaksanaan PSN.

Namun sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), monitoring dilakukan secara online dan melakukan pembinaan teknis terhadap kader jumantik.

"Pemantauan jentik tetap dilakukan oleh Jumantik sesuai jadwal dengan memperhatikan kewaspadaan diri. Seperti menggunakan masker dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Warga juga diimbau menjadi Jumantik mandiri," katanya.

Ditambahkan Indra, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, kasus DBD di Jakarta Timur tercatat mengalami peningkatan. Pada bulan Januari dan Februari kasus masih rendah karena memang saat itu merupakan waktu perindukkan jentik.

"Memasuki Maret kasus mulai terlihat peningkatannya. Tercatat pada Januari ada 80 kasus, Februari 174 kasus dan Maret meningkat menjadi 305 kasus," tandas Indra.

BERITA TERKAIT
 Warga Terkena DBD, Kelurahan Cilangkap Lakukan Fogging

Kelurahan Cilangkap Lakukan Fogging

Rabu, 15 April 2020 3286

Cegah Corona, Pengunjung Lapas Narkotika Cipinang Disemprot Cairan Disinfektan

Pengunjung Lapas Narkotika Cipinang Disediakan Hand Sanitizer

Senin, 16 Maret 2020 2989

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7152

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4839

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2520

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2552

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1222

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks