Basuki Tak Masalah LRT Ditolak DPRD

Rabu, 28 Januari 2015 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 5967

Ahok Belum Terima Usulan Penurunan Tarif

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mempermasalahkan pencoretan usulan program Light Rail Transit (LRT) di dalam APBD DKI 2015.

Pembatalan LRT itu memang benar. Sebab, konsep LRT ini betul-betul harus dibiayai dan dikelola pihak swasta. Nanti pengoperasiannya kami akan melibatkan BUMD

"Pembatalan LRT itu memang benar. Sebab, konsep LRT ini betul-betul harus dibiayai dan dikelola pihak swasta. Nanti pengoperasiannya kami akan melibatkan BUMD," ujar Basuki, usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/1).

Mantan Bupati Belitung Timur ini memastikan, meskipun pembangunan moda transportasi LRT di ibu kota diserahkan kepada pihak swasta, namun tetap memberikan keuntungan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Keuntungan yang diperoleh akan dialokasikan untuk mensubsidi kebutuhan transportasi publik lainnya di Jakarta. ”Kita bisa beli bus atau kereta dengan harga murah,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemprov DKI saat ini telah memiliki rancangan sebanyak tujuh koridor LRT yang diyakini mampu menjadi moda transportasi alternatif saat penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang.

"Logikanya sederhana. Kan sudah saya katakan sejak awal, enggak perlu lagi bikin kajian macam-macam, itu hanya menghabiskan waktu. Kalau kajian lagi, dua tahun saya baru mulai pembangunan, itu terlalu lambat, jadi lebih baik (bangun LRT) sekarang," jelasnya.

Namun Basuki mengungkapkan, pihaknya tidak akan menyerahkan seluruh pembangunan LRT kepada pihak swasta. ”Tahap awal, kita akan kasih pembangunan dua koridor LRT kepada swasta,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut Basuki, lima koridor LRT akan dibangun secara bertahap dari hasil keuntungan pembangunan dua koridor awal. "Makanya kita sudah ubah. Swasta, saya izinkan membangun dua koridor LRT. Setelah dua koridor jadi dan terlihat hasil keuntungan, dewan nanti akan melihat dan lima koridor sisanya akan kami biayai sendiri pembangunannya," tukasnya.

Sekadar diketahui, Basuki mengundang pengusaha properti besar di ibu kota untuk ikut serta membangun LRT. Sejumlah pengembang yang nantinya akan ikut serta dalam pembangunan LRT yakni Agung Sedayu Group, Agung Podomoro, JIExpo, PT Intiland, Lippo Group, Panin Group, Summarecon, dan Pakuwon Group. Selain itu, dua BUMD DKI juga akan berpartisipasi yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Pembangunan proyek moda transportasi LRT diperoleh dari kewajiban pengembang menyerahkan koefisien lantai bangunan (KLB) kepada Pemprov DKI.

Rencananya, Pemprov DKI akan membangun tujuh koridor LRT yakni, Koridor I Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 km, Koridor 2, Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km); Koridor 3 rute Joglo-Tanah Abang (11 km), Koridor 4 Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km); Koridor 5 Pesing-Kelapa Gading (20,7 km); Koridor 6 Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 km), dan Koridor 7 Cempaka Putih-Ancol (10 km). Pada tahap awal, Pemprov DKI akan membangun dua koridor yakni koridor 1 dan 7.

BERITA TERKAIT
Ahok Minta Pusat Bangun Kereta Bandara Sebelum Asian Games

Basuki Minta Kemenhub Bangun Kereta Bandara

Selasa, 27 Januari 2015 6537

Pemprov DKI Tawarkan Proyek LRT

Ahok Minta Pengusaha Bantu DKI Bangun LRT

Kamis, 22 Januari 2015 5465

Commuter Line Jakarta

Tahun Depan DKI Bangun LRT

Kamis, 26 Juni 2014 6966

wawancara_ahok-buruh.jpg

DKI Matangkan Rencana Pembangunan LRT

Senin, 09 Juni 2014 6683

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7121

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4811

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1932

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2480

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1036

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks