Cuaca Ekstrem, Ribuan Nelayan Tidak Bisa Melaut

Selasa, 27 Januari 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Widodo Bogiarto 5191

Cuaca Ekstrim, Ribuan Nelayan Jakut Tak Bisa Melaut

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Sekitar 1.500 nelayan di pesisir Jakarta Utara terpaksa tidak melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan itu sejak Desember tahun lalu. Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, mereka kemudian bekerja serabutan.

Sudah satu bulan kita tidak melaut akibat cuaca ekstrem. Kita sekarang kerja serabutan, yang penting bisa untuk makan keluarga

Dampak musim angin barat, selain menimbulkan angin kencang juga mengakibatkan ketinggian ombak mencapai tiga meter. Kondisi ini sangat menyulitkan ribuan nelayan kecil untuk mencari ikan.

Solihin (35), salah satu nelayan di Cilincing menuturkan, sejak Desember tahun lalu, ia dan rekan-rekannya memilih tidak mengoperasikan kapal kecilnya.

"Sudah satu bulan kita tidak melaut akibat cuaca ekstrem. Kita sekarang kerja serabutan, yang penting bisa untuk makan keluarga. Saya sendiri ikut teman kerja bangunan," kata Solihin, Selasa (27/1).

Solihin mengaku, penghasilannya sebagai pekerja bangunan Rp 50 ribu per hari. Sedangkan jika melaut pendapatan yang diperolehnya antara Rp 100 ribu-200 ribu.  

Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan, Kelautan dan Ketahanan Pangan Jakarta Utara, Una Rusmana menjelaskan, dari 24 ribu nelayan, sebanyak 1.500 diantaranya tidak bisa melaut karena hanya memiliki kapal kecil.

"Kita perkirakan lebih dari 1.500 nelayan yang benar-benar sudah tidak bisa melaut. Kalau nelayan kapal besar tidak terlalu terpengaruh cuaca ekstrem," ujar Una.

Untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga ribuan nelayan itu, Pemkot Administrasi Jakarta Utara menyalurkan bantuan berupa 20 ton beras. Rinciannya, 4 ton beras untuk nelayan di Clincing dan 2,5 ton beras untuk nelayan di Kamal Muara. Lalu 3,5 ton beras untuk nelayan di Muara Angke dan 8 ton beras untuk nelayan di Kalibaru serta 2 ton beras untuk nelayan wilayah Marunda.

"Saat ini kita baru bisa membantu dengan memberikan beras. Kita akan terus memantau perkembangannya seperti apa, karena diperkirakan dampak cuaca ini terjadi hingga Februari," jelas Junaedi, Sekretaris Pemkot Administrasi Jakarta Utara.

BERITA TERKAIT
kapal nelayan bersandar di muara baru

Nelayan di Jakut Rugi Rp 1 Miliar

Kamis, 04 September 2014 8100

Abk Kapal dan Nelayan Kepulauan Seribu Rentan Terinveksi HIV-Aids

Nelayan Kepulauan Seribu Rentan Terinfeksi HIV/AIDS

Senin, 15 Desember 2014 7872

Ganggu Pelayaran, Ratusan Keramba dan Bagan Ikan Terancam Ditertibkan

Ratusan Keramba dan Bagan Tancap Akan Ditertibkan

Senin, 24 November 2014 8015

Ratusan Nelayan Mengadu ke Jokowi

Ratusan Nelayan Mengadu ke Jokowi

Selasa, 09 September 2014 4213

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9228

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3195

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3618

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1911

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1481

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks