Pemprov DKI Kembali Maksimalkan Jumlah Transportasi Umum

Selasa, 17 Maret 2020 Reporter: Rezki Apriliya Iskandar Editor: Toni Riyanto 2277

Pemprov DKI Kembalikan Jadwal Operasional MRT, LRT, dan Transjakarta Seperti Semula

(Foto: Istimewa)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembalikan jumlah transportasi umum ke frekuensi tinggi.

Mengurangi risiko penularan COVID-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan adanya arahan dari Presiden RI, Joko Widodo, agar transportasi publik tetap disediakan.

"Sesuai arahan Bapak Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi," ujarnya, Senin (16/3).

Anies menjelaskan, untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta tetap akan dilaksanakan dengan cara social distancing secara disiplin dalam rangka pencegahan penularan Virus Corona. Salah satu opsinya adalah akan ada pembatasan jumlah penumpang per bus dan per gerbong di setiap kendaraan umum yang beroperasi di bawah Pemprov DKI Jakarta.

"Kami juga akan menerapkan pembatasan jumlah antrean di halte, stasiun dan kendaraan. Sekali lagi tujuannya untuk mengurangi risiko penularan COVID-19," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menambahkan, selain pembatasan penumpang, Pemprov DKI Jakarta juga mengembalikan jadwal operasional bus Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT), dan Lintas Raya Terpadu (LRT) seperti semula.

Selisih waktu kedatangan antar bus atau antar kereta (headway) akan lebih rapat. Jarak antar MRT akan kembali menjadi lima menit pada jam sibuk. Selisih kedatangan antar armada juga akan dikurangi untuk Transjakarta dan LRT. 

"Untuk MRT beroperasi mulai pukul 05.00 sampai 24.00. Kemudian, saat ini beroperasi empat rangkaian menjadi 16 rangkaian dengan pembatasan kapasitas maksimal 360 penumpang," jelasnya.

Untuk LRT, kata Syafrin,  juga akan beroperasi normal. Operasional dimulai pada pukul 05.00- 23.00 WIB.

"Penumpangnya juga dibatasi. Biasanya 270 penumpang menjadi 80 orang per rangkaian," imbuhnya.

Syafrin menuturkan, untuk bus Transjakarta, jumlah penumpang akan disesuaikan dengan jenis bus dengan operasional dimulai ada pukul 05.00 WIB.

"Kapasitas penumpang dibatasi agar tidak saling berdesakan, dari 150 menjadi 60 orang untuk bus articulated atau gandeng. Sementara, untuk single bus menjadi 30 penumpang dari kapasitas normal 80 orang,"  tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dorong Social Distancing, Pemprov DKI Modifikasi Pelayanan Transportasi Umum Massal di Jakarta

Dorong Social Distancing, Pemprov DKI Modifikasi Pelayanan Transportasi Umum Massal di Jakarta

Minggu, 15 Maret 2020 2665

Pemprov DKI Jakarta Berkolaborasi dengan Unsur Masyarakat Tangani COVID-19

Pemprov DKI Jakarta Berkolaborasi dengan Unsur Masyarakat Tangani COVID-19

Kamis, 12 Maret 2020 4437

Pemprov DKI Jakarta Meniadakan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah, Antisipasi Potensi Penyebaran C

Pemprov DKI Jakarta Meniadakan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah, Antisipasi Potensi Penyebaran COVID-19

Sabtu, 14 Maret 2020 7166

Percepat Pemeriksaan COVID-19, Pemprov DKI Jakarta Ajukan Laboratorium Pendamping Berstatus BSL 2+

Percepat Pemeriksaan COVID-19, Pemprov DKI Jakarta Ajukan Laboratorium Pendamping Berstatus BSL 2+

Jumat, 13 Maret 2020 11590

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 4199

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 651

IMG 20260203 191714

Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini

Selasa, 03 Februari 2026 470

Transjabodetabek blokM rezap

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan

Selasa, 03 Februari 2026 459

Imlek glodok jati

Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Lebih Semarak dan Berwarna

Selasa, 03 Februari 2026 454

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks