Ketua Komisi E Apresiasi Gerakan Jakarta Memanggil

Senin, 17 Februari 2020 Reporter: Folmer Editor: Toni Riyanto 2398

Komisi E DPRD Dukung Gerakan Jakarta Memanggil

(Foto: doc)

Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Iman Satria mengapresiasi gerakan Jakarta Memanggil yang diinisiasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta bebas HIV/AIDS di tahun 2030.

Perlu kepedulian kita bersama

Iman mengatakan, gerakan Jakarta Memanggil tersebut merupakan inovasi layanan yang patut didukung oleh semua pihak. Sebab, gerakan ini hanya akan berhasil dengan dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder terkait.

"Penanganan HIV/AIDS ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, perlu kepedulian kita bersama," ujarnya, Senin (17/2).

Iman menjelaskan, dibutuhkan percepatan penanggulangan HIV/AIDS sebagai salah satu pemicu utama kematian. Sebab, penderita HIV/AIDS akan mengalami penurunan daya tahan tubuh.

"Tentunya insentif juga perlu diberikan bagi para tenaga medis yang terlibat dalam gerakan Jakarta Memanggil sehingga target Jakarta Bebas HIV/ AIDS tahun 2030 tercapai," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menjelaskan, puskesmas dan klinik mitra dalam gamifikasi Jakarta Memanggil dengan cara mendaftar ke portal jakartamemanggil.id, membuat akun, memilih aksi-aksi Fast-Track yang akan dimainkan.

Selanjutnya, mengunggah laporan pencapaian aksi, mendapatkan verifikasi hasil pencapaian aksi-aksi yang dipilihnya, dan mengklaim insentif yang telah disediakan dan naik ke tingkat di atasnya.

Untuk itu, keterlibatan semua pihak diperlukan sehingga penanganan HIV/ AIDS berjalan efektif dan maksimal. Selain itu, perlu ada inovasi-inovasi program, penggunaan data terukur, memanfaatkan ICT, mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan merespons berbagai tantangan secara cepat.

Melalui gerakan Jakarta Memanggil, langkah-langkah kecil yang strategis dan berkelanjutan akan berdampak besar bagi penanggulangan HIV/AIDS di Jakarta.

Terlebih, saat ini ada inisiatif Fast-Track mengajak semua kota-kota besar di dunia untuk mencapai tujuan 90-90-90 yaitu 90 persen ODHA mengetahui status HIV-nya, 90 persen mereka yang didiagnosis positif HIV mendapatkan dan tetap dalam pengobatan ARV, dan 90 persen mereka yang berobat mencapai supresi viral load sebagai tanda pengobatannya berhasil.

Inisiatif Fast-Track ini juga sejalan dengan inisiatif akselerasi nasional pengobatan HIV dari Kementerian Kesehatan RI. Saat ini, petugas kesehatan dari 42 puskesmas kecamatan dan tiga klinik mitra di Jakarta akan berkompetisi mencapai target-target program sesuai dengan inisiatif global bernama Fast-Track: Cities Ending the AIDS Epidemic by 2030.

BERITA TERKAIT
 Dinkes Luncurkan Jakarta Memanggil

Dinkes DKI Targetkan Jakarta Bebas HIV/AIDS di Tahun 2030

Rabu, 12 Februari 2020 3008

Irwandi, Pencegahan HIV AIDS lebih baik dari Mengobati

Wakil Wali Kota Jakpus Buka Rakerwil KPA Jakarta Pusat

Kamis, 24 Oktober 2019 2175

Dinkes DKI Gencarkan Program Triple Eliminasi

Dinkes DKI Gencarkan Program Triple Eliminasi

Rabu, 04 September 2019 4052

Sudinkes Jakbar Gencar Gelar Penanggulangan HIV/ AIDS

Sudinkes Jakbar Gencarkan Penanggulangan HIV/ AIDS

Jumat, 07 September 2018 2569

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5622

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1526

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1474

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1417

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 418

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks