Senin, 24 Februari 2014
Reporter: Agustian Anas, Budhi Firmansyah Surapati
Editor: Agustian Anas
15449
(Foto: doc)
Taman Waduk Pluit di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang dulunya kumuh, kini tampak indah. Taman seluas 5 hektar itu sekarang menjadi salah satu tempat rekreasi dan wisata gratis warga Ibu Kota.
Taman Waduk Pluit memiliki desain yang menyerupai taman Ayodya di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ruang kumpul warga dibangun mengeliling perairan yang menjadi pusat taman.
Di sekeliling taman, bisa ditemukan kursi-kursi taman berdesain sama dengan kursi-kursi taman di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Selain itu, tak jauh dari kursi-kursi taman, terdapat juga pohon-pohon bambu dari berbagai jenis yang ditanam oleh PT Jakarta Propertindo sehingga menambah keasrian pada sisi barat Waduk Pluit yang selama ini terkesan gersang.
Ada lebih dari 12 jenis pohon yang ditanam di sana, semuanya tanaman khas pesisir, misalnya pohon anggur laut (Coccoloba uvifera), kalpataru/keben (Barringtonia asiatica), trembesi (Samanea saman), dan ficus daun kecil (Ficus lyrata). Ada pula pohon jati (Tectona grandis) yang berjejer dan tumbuh lebih dari tiga tahun dengan tinggi tak kurang dari 5 meter.
Pohon-pohon itu ditanam cara selang-seling dengan jarak ideal. Pohon itu ditanam di kanan-kiri jalan beton selebar 3,5 meter untuk jalan inspeksi.
Tak pelak, banyak warga memilih menghabiskan waktu di taman ini, terutama saat libur akhir pekan. Apalagi, mereka bisa leluasa masuk tanpa dipungut biaya alias gratis. Mereka mengaku bangga dan takjub, atas perubahaan lokasi yang dulunya adalah permukiman kumuh, namun sekarang menjadi taman yang indah.
Mila (35), warga RT 19/17 Kelurahan Penjaringan, mengaku sering membawa anak semata wayangnya Andri (4) bermain di Taman Waduk Pluit. "Kalau dulu mana ada tamannya yang ada sekitar sini ini kotor. Sekarang, setiap sore saya bawa anak untuk main di sini," ujarnya, Senin (24/2).
Dian (23), warga lainnya mengaku kerap mengunjungi Taman Waduk Pluit sekadar untuk bersantai. "Saya sering ke sini sekadar untuk santai melepas penat. Di sini kalau malam akhir pekan juga suka digelar konser," katanya.
Senada dengan Mila, wanita warga RT 05/05 Kelurahan Sempertimur, mengaku lebih nyaman dengan adanya pembangunan Waduk Pluit. Kini, suasana sekitar lokasi lebih menyerupai sebagai sarana rekreasi.
"Mending ke sini gratis, daripada ke Ancol mesti bayar. Waduk Pluit sekarang sudah beda setelah normalisasi, tertata dan tidak kumuh seperti dulu," tukasnya.
Daniel (35) warga Kebon Jeruk, Jakarta barat yang menyempatkan mampir ke taman mengungkapkan, dirinya merasa senang berada di lokasi taman. "Sudah lama saya tidak kemari sudah berubah jadi tempat sebagus ini," katanya.
Hal senada juga dikatakan Edi Kusnaidi yang mengaku bangga sebagai warga penjaringan karena mempunyai daerah seperti waduk Pluit ini.“Saya berolahraga pemandangan jadi enak dilihat. Kadang-kadang saya juga mancing di waktu libur,” ujarnya.
Direktur PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan, sejak awal Taman Waduk Pluit ini diperuntukan bagi rakyat. Karena itu, mereka diminta ikut berpartisipasi merawat dan menjaga kebersihan taman. "Karena ini taman buat rakyat, jadi nanti semuanya juga berpartisipasi merawat taman ini," kata Budi Karya.
Ia mengatakan, Waduk Pluit merupakan ide dari kepemimpinan Jokowi dan Ahok dan merupakan kebanggaan warga Jakarta. Taman Kota ini, menurutnya, dibangun sebagai fungsi paru-paru kota, juga sebagai penyeimbang ekosistem. Sebagian dari taman kota ini juga akan menjadi sarana bermain anak-anak dan sentra edukasi lingkungan dan keindahan.
Dikatakan Budi, 6 hektare lahan sisi barat ini akan dijadikan ruang terbuka hijau, jogging track, ruang bermain anak, amphitheater, dan dermaga. Lahan seluas 3 hektare lainnya akan difungsikan sebagai instalasi pengolahan air limbah. Dan 1 hektare lagi akan difungsikan sebagai reverse osmosis (pengolahan air bersih).
Waduk seluas 80 hektar ini sedang dalam tahap normalisasi fungsi. Sejumlah penertiban bangunan liar sudah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga sisi barat waduk Pluit kini sudah terbuka dan dalam tahap pembangunan taman.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3626
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
646
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital