RSUD Tarakan Adakan Seminar Memperingati World Thrombosis Day

Selasa, 22 Oktober 2019 Reporter: Agung Supriyanto Editor: Toni Riyanto 2947

 RSUD Tarakan Adakan Seminar Memperingati World Thrombosis Day

(Foto: Agung Supriyanto)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menggelar seminar ilmiah bertajuk "Venous Thromboembolism Safety Zone: Diagnosis dan Tata Laksana di Pusat Kesehatan Primer dan Sekunder". Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati World Thrombosis Day.

Seminar diikuti 150 peserta perwakilan dari RSUD dan puskesmas

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tarakan, Jessy Widiastuti mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan DKI Jakarta baik di RSUD Tipe B, C dan D, serta tenaga medis di setiap puskesmas.

"Seminar diikuti 150 peserta perwakilan dari RSUD dan puskesmas. Mereka harus memiliki pengetahuan yang baik terhadap masalah penyakit yang terjadi akibat terbentuknya gumpalan darah atau trombus dalam pembuluh darah," ujarnya, yang juga mejabat sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan, di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10).

Menurutnya, melalui seminar ilmiah ini, peserta akan memiliki bekal pengetahuan dan wawasan mengenai penyebab, penanganan, serta pencegahan yang harus dilakukan untuk kebaikan pasien.

"Kita ingin menjadi sistem jaringan yang kuat untuk menangani permasalahan kesehatan di Jakarta, terangnya.

Sementara itu salah seorang narasumber, Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik RSUD Tarakan, Griskalia Christine menambahkan, dari empat penyebab kematian di dunia, salah satu di antaranya adalah trombosis, dimana terjadi pembekuan darah yang bisa terjadi di pembuluh darah arteri atau pembuluh darah balik (vena).

"Ini kegiatan yang baik sekali, bagi tenaga kesehatan di tingkat primer dan sekunder seperti puskesmas dan RSUD. Kami menekankan pentingnya skrining, diagnosis dini, dan tata laksana yang edukatif untuk kasus tromboembolisme vena," ungkapnya.

Griska menjelaskan, jika puskesmas sudah bisa memberikan penanganan dengan baik, maka pasien tidak perlu sampai dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lain.

"Penanganan cepat dan tepat sejak dini akan semakin memberikan kemudahan bagi pasien," tandasnya.

Untuk diketahui, tromboembolisme vena terdiri dari trombosis vena dalam dan emboli paru yang disebabkan oleh gangguan satu atau lebih dari tiga komponen yang disebut Trias Virchow yakni, gangguan aliran darah, gangguan komponen darah, dan gangguan pembuluh darah.

BERITA TERKAIT
Layanan Informasi PPID di 28 Badan Publik Dinilai

Layanan Informasi PPID di 28 Badan Publik Dinilai

Selasa, 22 Oktober 2019 2608

RSUD Tarakan Selenggarakan Seminar Kesehatan Jantung

RSUD Tarakan Selenggarakan Seminar Kesehatan Jantung

Jumat, 03 Mei 2019 4048

RSUD Tarakan Selenggarakan Talkshow tentang Bipolar

RSUD Tarakan Gelar Talkshow Tentang Bipolar

Rabu, 10 April 2019 2829

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2964

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1362

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 522

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1293

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1102

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks