Kamis, 20 Februari 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Agustian Anas
12312
(Foto: doc)
Razia terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) diintensifkan Suku Dinas Sosial dan Satpol PP Jakarta Selatan menjelang pemilihan umum (Pemilu). Dalam razia yang digelar Rabu (19/2) malam hingga Kamis (20/2) dinihari, petugas berhasil menjaring sebanyak 13 PSK di kawasan Kebayoran Baru.
Sebanyak 100 personel Satpol PP Jakarta Selatan diterjunkan dalam operasi penertiban yang dimulai sekitar pukul 23.00 ini. Penyisiran dimulai dari sekitar Jl Bulungan, lalu melingkar ke Jl Mahakam, Jl Melawai Raya, serta depan Terminal Blok M. Dari lokasi tersebut didapati para PSK yang sedang menunggu pelanggannya. Razia tersebut sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara petugas dengan sejumlah PSK. Bahkan PSK yang tertangkap meronta saat akan diangkut ke mobil operasional milik Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, yang memimpin langsung operasi mengatakan, razia ini dimaksudkan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan jelang Pemilu serta menciptakan Jakarta bebas PMKS dan penyakit masyarakat seperti PSK.
"Saya perintahkan kepada seluruh Satpol PP wilayah untuk melakukan penertiban jelang pemilu. Sebab, dari laporan masyarakat, di kawasan Blok M ini banyak PMKS terutama PSK yang sudah dianggap mengganggu," ujar Kukuh Hadi Santoso.
Dari hasil penyisiran, kata Kukuh, pihaknya berhasil menjaring 13 orang perempuan yang terindikasi sebagai PSK. "Ada 13 PSK yang kita dapati. Langsung kita amankan, dan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina," ucapnya.
Kukuh mengaku telah meminta kepada Kasatpol PP di lima wilayah kota agar lebih bertindak cepat dan tepat. "Tidak usah itu pakai upacara dan rapat, agar hasilnya maksimal. Kalau ada rencana, kumpulkan orang langsung bergerak," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Abdurahman Anwar, mengatakan, para PSK yang terjaring langsung dikirim ke PSBI Kedoya, Jakarta Barat untuk diberikan pembinaan serta pelatihan keterampilan kerja. "Ya akan dibina dan diberi pelatihan kerja. Kira-kira pembinaan itu berlangsung selama 6 bulan," ujarnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9247
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3217
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3636
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1932
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman