DKI Siapkan Rp 4,5 Miliar untuk Operasikan Bus Wisata
Rabu, 19 Februari 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Agustian Anas
5601
(Foto: doc)
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar untuk biaya operasional dan pemeliharaan bus tingkat wisata selama satu tahun. Sebab, penumpang tidak dipungut biaya alias gratis untuk naik lima bus tingkat keliling Ibu Kota.
"Kita siapkan Rp 4,5 miliar untuk biaya perawatan dan operasional bus, seperti gaji pramudi, solar, pemandu wisata, dan lain sebagainya," kata Arie Budhiman, Kepala Disparbud DKI Jakarta, Rabu (19/2).
Untuk pemeliharaan, kata Arie, pihaknya bekerjasama dengan beberapa operator bus yang biasa menangani bus wisata. Mengingat mereka sudah terbiasa untuk merawat bus wisata dengan baik. "Pemeliharaan kita kerjasama dengan operator bus yang sudah biasa menangani bus pariwisata," ujarnya.
Sesuai arahan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, tahun ini pembelian bus akan dilakukan dengan sistem e-catalog. Sehingga bus bisa dibeli dengan langsung menentukan merek. Karena ada kekhawatian bus dari China berkualitas kurang baik. Tetapi Arie membantah jika bus yang dibelinya tidak berkualitas baik. "Kita coba dulu, kan beroperasi saja belum. Bermasalah atau tidak kuncinya adalah pemeliharaan yang baik," tegasnya.
Seperti diketahui, sejak Selasa (18/2) kemarin dilakukan ujicoba bus tingkat wisata hingga Minggu (23/2). Kemudian pada pekan depan, atau Senin (24/2) bus baru dioperasikan untuk umum secara gratis. Rute yang ditempuh yakni mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Nantinya bus akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Untuk tiga bulan pertama, untuk dapat naik bus ini tidak menggunakan tiket. Siapapun dipersilahkan naik bus wisata tersebut secara gratis. Selanjutnya tiket akan disebar di hotel-hotel. Meski digratiskan, Disparbud akan melakukan evaluasi secara berkala menginggat perilaku masyarakat yang belum tertib.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
2887
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
735
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
637
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital