Tempat Parkir Air di Jakarta Tergerus Pembangunan

Kamis, 01 Januari 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 4677

Sebagian Badan Air Di Jakarta Berubah Fungsi

(Foto: doc)

Persoalan banjir di ibu kota membutuhkan penanganan yang serius. Setidaknya dibutuhkan banyak waduk dan daerah resapan sebagai tempat parkir air dalam skala besar agar air hujan tidak meluap ke rumah warga dan jalan raya.

Sebenarnya penyelewengan terjadi mulai tahun 1992 dan puncaknya 1998

Namun, sayangnya dari sekitar 200 waduk, situ, embung atau rawa-rawa di Jakarta, sebagian besar di antaranya sudah berubah fungsi karena diserobot proyek pembangunan.

Lokasi waduk, situ, embung atau rawa-rawa yang berubah fungsi di antaranya kawasan Industri Pulogadung, Pantai Indah Kapuk, Pacuan Kuda Pulomas dan kawasan Ancol. Sedangkan waduk yang kondisinya memprihatinkan karena penyerobotan di antaranya, Waduk Pluit dan Ria Rio. Beruntung dua waduk terakhir itu kini menjadi prioritas Pemprov DKI dalam upaya penanggulangan banjir.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Air, Ahmad Syafrudin mengatakan, penyerobotan tidak hanya dilakukan oleh warga sehingga mengakibatkan berkurangnya badan air di Jakarta. Bahkan, perubahan fungsi lahan juga dilakukan untuk kebutuhan komersial, industri dan pemukiman mewah.

"Sebenarnya penyelewengan terjadi mulai tahun 1992 dan puncaknya 1998," ujarnya, Kamis (1/1).

Untuk mengembalikan tempat parkir air, pemerintah, DPRD, para stakeholder dan masyarakat dinilai perlu melakukan pemulihan badan-badan air yang ada. Karena semakin banyak kawasan badan air potensi banjir bisa terkurangi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Santoso mengatakan, akan mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi badan air di DKI Jakarta. Selain siap mensukseskan melalui penganggaran, pihaknya akan melakukan pengawasan penerapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2030 agar tidak menyimpang.

"Jadi tidak lagi boleh ada perubahan status. Karena dengan adanya persediaan air dari badan air dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih," ucapnya.

Santoso juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengawasi dan menjaga badan air yang sudah ada. Karena pengawasan dan kesadaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam pelestarian badan air di DKI Jakarta.

BERITA TERKAIT
Warga Jakarta Harus Jadi Jawara Pelestari Lingkungan

Warga Jakarta Harus Jadi Jawara Pelestari Lingkungan

Minggu, 28 Desember 2014 7798

bongkar saluran air

Sebabkan Banjir, Beton Penutup Saluran Dibongkar

Senin, 29 Desember 2014 4987

Proyek Sodetan Ciliwung-KBT Terkendala 25 Tiang Pancang Tol Becakayu

Sodetan Ciliwung Terkendala Tiang Pancang Tol Becakayu

Rabu, 19 November 2014 8081

motor_masuk_tol_.jpg

Hindari Genangan, Pemotor Nekat Melintas di Tol

Rabu, 05 Februari 2014 2717

warga_ikpn-banjir.jpg

Puluhan Rumah di Rawajati Terendam Banjir

Sabtu, 27 Desember 2014 6179

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 886

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 806

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1182

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 602

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1118

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks