Tempat Parkir Air di Jakarta Tergerus Pembangunan

Kamis, 01 Januari 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 4897

Sebagian Badan Air Di Jakarta Berubah Fungsi

(Foto: doc)

Persoalan banjir di ibu kota membutuhkan penanganan yang serius. Setidaknya dibutuhkan banyak waduk dan daerah resapan sebagai tempat parkir air dalam skala besar agar air hujan tidak meluap ke rumah warga dan jalan raya.

Sebenarnya penyelewengan terjadi mulai tahun 1992 dan puncaknya 1998

Namun, sayangnya dari sekitar 200 waduk, situ, embung atau rawa-rawa di Jakarta, sebagian besar di antaranya sudah berubah fungsi karena diserobot proyek pembangunan.

Lokasi waduk, situ, embung atau rawa-rawa yang berubah fungsi di antaranya kawasan Industri Pulogadung, Pantai Indah Kapuk, Pacuan Kuda Pulomas dan kawasan Ancol. Sedangkan waduk yang kondisinya memprihatinkan karena penyerobotan di antaranya, Waduk Pluit dan Ria Rio. Beruntung dua waduk terakhir itu kini menjadi prioritas Pemprov DKI dalam upaya penanggulangan banjir.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Air, Ahmad Syafrudin mengatakan, penyerobotan tidak hanya dilakukan oleh warga sehingga mengakibatkan berkurangnya badan air di Jakarta. Bahkan, perubahan fungsi lahan juga dilakukan untuk kebutuhan komersial, industri dan pemukiman mewah.

"Sebenarnya penyelewengan terjadi mulai tahun 1992 dan puncaknya 1998," ujarnya, Kamis (1/1).

Untuk mengembalikan tempat parkir air, pemerintah, DPRD, para stakeholder dan masyarakat dinilai perlu melakukan pemulihan badan-badan air yang ada. Karena semakin banyak kawasan badan air potensi banjir bisa terkurangi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Santoso mengatakan, akan mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi badan air di DKI Jakarta. Selain siap mensukseskan melalui penganggaran, pihaknya akan melakukan pengawasan penerapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2030 agar tidak menyimpang.

"Jadi tidak lagi boleh ada perubahan status. Karena dengan adanya persediaan air dari badan air dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih," ucapnya.

Santoso juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengawasi dan menjaga badan air yang sudah ada. Karena pengawasan dan kesadaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam pelestarian badan air di DKI Jakarta.

BERITA TERKAIT
Warga Jakarta Harus Jadi Jawara Pelestari Lingkungan

Warga Jakarta Harus Jadi Jawara Pelestari Lingkungan

Minggu, 28 Desember 2014 8027

bongkar saluran air

Sebabkan Banjir, Beton Penutup Saluran Dibongkar

Senin, 29 Desember 2014 5198

Proyek Sodetan Ciliwung-KBT Terkendala 25 Tiang Pancang Tol Becakayu

Sodetan Ciliwung Terkendala Tiang Pancang Tol Becakayu

Rabu, 19 November 2014 8448

motor_masuk_tol_.jpg

Hindari Genangan, Pemotor Nekat Melintas di Tol

Rabu, 05 Februari 2014 2890

warga_ikpn-banjir.jpg

Puluhan Rumah di Rawajati Terendam Banjir

Sabtu, 27 Desember 2014 6468

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7122

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4813

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1939

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2481

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1040

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks