Tempat Parkir Air di Jakarta Tergerus Pembangunan

Kamis, 01 Januari 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 4781

Sebagian Badan Air Di Jakarta Berubah Fungsi

(Foto: doc)

Persoalan banjir di ibu kota membutuhkan penanganan yang serius. Setidaknya dibutuhkan banyak waduk dan daerah resapan sebagai tempat parkir air dalam skala besar agar air hujan tidak meluap ke rumah warga dan jalan raya.

Sebenarnya penyelewengan terjadi mulai tahun 1992 dan puncaknya 1998

Namun, sayangnya dari sekitar 200 waduk, situ, embung atau rawa-rawa di Jakarta, sebagian besar di antaranya sudah berubah fungsi karena diserobot proyek pembangunan.

Lokasi waduk, situ, embung atau rawa-rawa yang berubah fungsi di antaranya kawasan Industri Pulogadung, Pantai Indah Kapuk, Pacuan Kuda Pulomas dan kawasan Ancol. Sedangkan waduk yang kondisinya memprihatinkan karena penyerobotan di antaranya, Waduk Pluit dan Ria Rio. Beruntung dua waduk terakhir itu kini menjadi prioritas Pemprov DKI dalam upaya penanggulangan banjir.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Air, Ahmad Syafrudin mengatakan, penyerobotan tidak hanya dilakukan oleh warga sehingga mengakibatkan berkurangnya badan air di Jakarta. Bahkan, perubahan fungsi lahan juga dilakukan untuk kebutuhan komersial, industri dan pemukiman mewah.

"Sebenarnya penyelewengan terjadi mulai tahun 1992 dan puncaknya 1998," ujarnya, Kamis (1/1).

Untuk mengembalikan tempat parkir air, pemerintah, DPRD, para stakeholder dan masyarakat dinilai perlu melakukan pemulihan badan-badan air yang ada. Karena semakin banyak kawasan badan air potensi banjir bisa terkurangi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Santoso mengatakan, akan mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi badan air di DKI Jakarta. Selain siap mensukseskan melalui penganggaran, pihaknya akan melakukan pengawasan penerapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2030 agar tidak menyimpang.

"Jadi tidak lagi boleh ada perubahan status. Karena dengan adanya persediaan air dari badan air dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih," ucapnya.

Santoso juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengawasi dan menjaga badan air yang sudah ada. Karena pengawasan dan kesadaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam pelestarian badan air di DKI Jakarta.

BERITA TERKAIT
Warga Jakarta Harus Jadi Jawara Pelestari Lingkungan

Warga Jakarta Harus Jadi Jawara Pelestari Lingkungan

Minggu, 28 Desember 2014 7889

bongkar saluran air

Sebabkan Banjir, Beton Penutup Saluran Dibongkar

Senin, 29 Desember 2014 5079

Proyek Sodetan Ciliwung-KBT Terkendala 25 Tiang Pancang Tol Becakayu

Sodetan Ciliwung Terkendala Tiang Pancang Tol Becakayu

Rabu, 19 November 2014 8238

motor_masuk_tol_.jpg

Hindari Genangan, Pemotor Nekat Melintas di Tol

Rabu, 05 Februari 2014 2779

warga_ikpn-banjir.jpg

Puluhan Rumah di Rawajati Terendam Banjir

Sabtu, 27 Desember 2014 6287

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9255

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3225

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3645

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1941

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1511

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks