Stok Obat untuk Korban Banjir Aman

Sabtu, 20 Desember 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 7417

dien ermawati dinkes dki jakarta

(Foto: doc)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di ibu kota saat musim penghujan ini. Selain menyiapkan 84 titik posko kesehatan yang tersebar di lokasi rawan banjir, Pemprov DKI juga menyiapkan obat-obatan untuk warga yang terserang penyakit akibat banjir. Bahkan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan stok obat-obatan untuk korban banjir memadai. 

Saat ini, stok obat-obatan aman dan akan disebar ke 84 titik posko yang juga telah disiapkan

"Saat ini, stok obat-obatan aman dan akan disebar ke 84 titik posko yang juga telah disiapkan," ujar Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sabtu (20/12).

Namun apabila nantinya diperlukan tambahan obat, kata Dien, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. "Jika persedian obat kurang, kita akan minta tambahan ke Kementerian Kesehatan," katanya.

Dikatakan Dien, penyakit yang biasa menyerang korban banjir yaitu diare, kolera, tipus, leptospirosis, serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk itu, lanjut Dien, pihaknya akan mendirikan posko kesehatan yang dilengkapi dengan mobil ambulans, dokter, dan perawat. Posko kesehatan tersebut akan beroperasi selama 24 jam.

Menurut Dien, tugas dari Dinas Kesehatan tidak hanya selama banjir, tetapi juga paska banjir. Karena itu, pihaknya akan melakukan sterilisasi wilayah yang terkena banjir dengan lisolisasi dan kaporitisasi. "Untuk obat-obatan cukup, paling kita minta bantuan untuk lisolisasi dan penjernihan air paska banjir nanti," ucapnya. 

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI untuk persiapan penanganan banjir. Sehingga untuk lokasi posko bisa tepat sasaran, khususnya berada di tempat pengungsian. "Untuk lokasi posko kita koordinasi dengan BPBD," jelasnya.

Selain itu, ungkap Dien, Pemprov DKI juga telah berkerja sama dengan 81 rumah sakit sebagai rujukan pasien, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), rumah sakit milik pemerintah, serta rumah sakit swasta. Pasien yang tidak bisa ditangani di posko kesehatan akan langsung dirujuk.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tahun lalu wilayah yang terdampak banjir sebanyak 37 kecamatan yang terdiri dari 125 kelurahan, 634 RW, dan 276 ribu warga. Data tersebut akan dijadikan acuan untuk penanganan banjir tahun ini. "Kita juga kerjasama dengan perusahaan swasta dan TNI, untuk penanganan kesehatan warga selama bencana banjir," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Akibat Banjir, 45 Warga Kampung Pulo Terserang Demam

Antisipasi Banjir, DKI Siagakan 84 Posko Kesehatan

Selasa, 02 Desember 2014 4340

Warga Ditolak RS Karena Tak Taat Aturan

Warga Ditolak RS Karena Tak Taat Aturan

Selasa, 02 Desember 2014 8932

DKI Akan Bangun Puskesmas di Kebon Melati

DKI Akan Bangun Puskesmas di Kebon Melati

Senin, 24 November 2014 5125

Ambulan Gawat Darurat DKI Masih Kurang

Dinkes DKI Kekurangan Mobil Ambulans

Senin, 20 Oktober 2014 10929

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7096

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4786

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1752

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2429

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 951

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks