Erupsi Kelud Tak Pengaruhi Pasokan Pangan ke Jakarta

Minggu, 16 Februari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 2828

sembako_new2.jpg

(Foto: doc)

Hujan abu akibat letusan Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, sampai ke berbagai kota di Jawa Barat dan dan Jawa Tengah. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi pasokan kebutuhan pokok ke ibu kota. Pasalnya, sejumlah pasokan sembako ke Jakarta berasal dari kedua daerah tersebut. 

Namun, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) memastikan, pasokan sembako ke Jakarta masih aman. Sehingga masyarakat Jakarta diimbau tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan bahan pangan.

Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Joko Kundaryo mengatakan, hingga Sabtu (15/2) kemarin pihaknya belum mendapatkan laporan terkait terganggunya pasokan bahan pokok ke ibu kota. Namun untuk lebih memastikannya, akan terus dilakukan pengecekan pasokan setiap harinya. "Sementara belum ada laporan terganggunya distribusi bahan makanan ke Jakarta," kata Joko, saat dihubungi beritajakarta.com, Minggu (16/2).

Dikatakan Joko, khusus untuk sayur mayur dipasok dari daerah Jawa Barat. Wilayah tersebut tidak terlalu parah terkena dampak erupsi Gunung Kelud. Beberapa daerah memang terjadi hujan abu, namun tidak tebal. "Kalau sayur mayur kita memang dari Jawa Barat. Saya dengar kemarin sudah sampai Bandung, tapi sejauh ini tidak ada masalah. Kita tetap monitoring terus," ujarnya.

Bahkan, lanjut Joko, untuk harga cabai merah keriting di Pasar Kramatjati turun. Hal itu menandakan stok bahan tersedia. Pihaknya juga memastikan harga sayur mayur di pasaran masih stabil. "Harga cabai merah keriting saja turun di Pasar Kramatjati, artinya kan stok aman dan sampai sekarang semua harga-harga masih stabil kok," katanya.

Sementara untuk stok beras, dirinya memastikan masih aman hingga sepekan ke depan. Untuk pasokan beras kebanyakan berasal dari Jawa Tengah. Selain itu, biasanya ada stok juga dari Distributor Bulog untuk wilayah DKI Jakarta. "Beras masih aman sampai sepekan ke depan. Beberapa daerah juga sudah selesai panen, jadi masih ada stok di gudang," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap distribusi bahan makanan ke Jakarta. Masyarakat pun diminta tidak khawatir, serta tidak menyetok bahan makanan secara berlebihan. "Sekali lagi kita pastikan aman, masyarakat tidak perlu khawatir," tegasnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (13/2) malam, terjadi erupsi di Gunung Kelud. Bahkan abu vulkanik dari gunung tersebut menyebar ke beberapa kota khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Berdasarkan Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guyuran hujan abu vulkanik ini dipicu karena arah angin dan kecepatan angin. Arah angin paska terjadinya erupsi bertiup dari timur ke barat. Arah angin dari timur ke barat ini akan berlangsung selama satu pekan ini dengan kecepatan angin rata-rata 10 kilometer per jam.

Bahkan jika Gunung Kelud kembali erupsi maka arah abu vulkanik tetap dominan mengarah ke barat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika beraktivitas di luar rumah agar tetap menggunakan masker.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga berharap abu vulkanik tersebut tidak sampai ke ibu kota. Sebab, angin yang bertiup saat ini cukup kencang. "Semoga nggak sampai ke Jakarta," kata Jokowi singkat.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3194

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 736

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 641

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1405

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1018

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks