Jumat, 21 Februari 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Agustian Anas
2367
(Foto: doc)
Selain di rumah dinas yang terletak di Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga menemukan alat sadap di ruang kerjanya di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan. Sayangnya, Jokowi tidak menyebutkan secara pasti di mana dan berapa jumlah alat sadap yang ditemukan di Balaikota.
Alat sadap tersebut secara mudah diletakkan di kantor Jokowi, mengingat setiap hari banyak tamu yang ditemuinya. "Oleh sebab itu, saya kemarin minta Lembaga Sandi Negara dan membuat MoU untuk mengamankan dokumen-dokumen di sini (Pemprov DKI) ya karena itu," kata Jokowi, di Balaikota, Jumat (21/2).
Paska ditemukan tiga alat sadap di rumah dinas Jokowi, pengamanan pun diperketat. Setidaknya tiga pengawal ditambah yang ikut dalam kegiatan Jokowi setiap harinya. "Saya sampaikan ke pengamanan, harus hati-hati. Di rumah dinas juga ditambah pengamanan. Kamu lihat ditambah tidak (pengawalnya)," ujarnya.
Diakui Jokowi, dirinya merasa disadap sejak Juni tahun lalu. Kemudian dilakukan pengecekan menggunakan alat detektor dan hasilnya ditemukan tiga alat sadap yakni di kamar tidur, ruang tamu pribadi, dan ruang makan. Jokowi menilai bahwa alat sadap yang ditemukan hanya seharga Rp 1.000 atau Rp 2.000 saja. "Tidak tahu alatnya sudah apa atau tidak. Kalau saya tahu orangnya datang, ya saya gebuk," ujarnya.
Diakui Jokowi, sengaja tidak melaporkan ke polisi karena dalam pembicaraan yang disadap tidak menyangkut masalah krusial. Ia justru mengaku bahwa pembicaraan yang disadap hanya masalah sepele, yakni menu makanan setiap harinya. "Tidak ada isinya yang disadap. Kalau saya merasa dirugikan disitu saya pakai untuk bicara masalah berat, strategis untuk membenahi Jakarta misalnya, tapi kan hanya rapat-rapat biasa saja," ujarnya.
Dirinya pun tidak mau mencurigai lawan politiknya. Namun jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan penyadapan dirinya tidak bisa menolak. Mengingat KPK merupakan instansi yang berwenang dengan hal tersebut. Namun jika pihak asing yang melakukan penyadapan Jokowi tak habis pikir dengan tujuannya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako
Rabu, 17 Juni 2026
6789
TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan
Selasa, 16 Juni 2026
2026
Menuju Usia Lima Abad, Pramono Minta Masyarakat Jaga Optimisme untuk Jakarta
Senin, 22 Juni 2026
407
Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya
Sabtu, 20 Juni 2026
608
Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas