Senin, 24 Maret 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Dunih
3844
(Foto: doc)
Meski akan dibangun depo Mass Rapid Transit (MRT), lahan bekas Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terlihat kotor dan banyak tumpukan sampah. Sampah-sampah rumah tangga itu diduga dibuang warga dari luar pagar terminal.
Terkait hal itu, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Cilandak, Nuryono mengaku, tidak ada kewajiban lagi pihaknya untuk memberikan pelayanan ke tempat yang sudah akan dijadikan depo MRT. "Kalau dari rapat dahulu sudah tidak wajib untuk kita. Karena mau dibangun MRT," ucapnya, Senin (24/3).
Namun, pernyataan ini berbeda dengan apa yang diungkapkan Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji. Menurutnya lahan untuk MRT seperti Stadion Lebak Bulus, dan Terminal Lebak Bulus masih mendapat pelayanan.
"Memang ada perda yang mengatur kawasan komersial diharapkan untuk bisa mengelola sampah sendiri. Tapi untuk terminal itu tetap ada pelayanan, walaupun sekarang sudah mau dibuat MRT," jelasnya.
Isnawa menambahkan, saat ini terminal AKAP sudah tidak dipergunakan sehingga terlihat sepi. Namun, jika memang masih ada timbunan sampah, itu kewajiban dari petugas kebersihan. "Memang terlihat sepi, tapi kalau memang ada timbunan sampah itu kewajiban kebersihan mengangkat. Biar nanti saya instruksikan kepada seksi kebersihan Kecamatan Cilandak untuk segera mengangkut sampah yang ada," tegasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3367
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
645
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital