Senin, 24 Maret 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Dunih
4161
(Foto: doc)
Meski akan dibangun depo Mass Rapid Transit (MRT), lahan bekas Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terlihat kotor dan banyak tumpukan sampah. Sampah-sampah rumah tangga itu diduga dibuang warga dari luar pagar terminal.
Terkait hal itu, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Cilandak, Nuryono mengaku, tidak ada kewajiban lagi pihaknya untuk memberikan pelayanan ke tempat yang sudah akan dijadikan depo MRT. "Kalau dari rapat dahulu sudah tidak wajib untuk kita. Karena mau dibangun MRT," ucapnya, Senin (24/3).
Namun, pernyataan ini berbeda dengan apa yang diungkapkan Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji. Menurutnya lahan untuk MRT seperti Stadion Lebak Bulus, dan Terminal Lebak Bulus masih mendapat pelayanan.
"Memang ada perda yang mengatur kawasan komersial diharapkan untuk bisa mengelola sampah sendiri. Tapi untuk terminal itu tetap ada pelayanan, walaupun sekarang sudah mau dibuat MRT," jelasnya.
Isnawa menambahkan, saat ini terminal AKAP sudah tidak dipergunakan sehingga terlihat sepi. Namun, jika memang masih ada timbunan sampah, itu kewajiban dari petugas kebersihan. "Memang terlihat sepi, tapi kalau memang ada timbunan sampah itu kewajiban kebersihan mengangkat. Biar nanti saya instruksikan kepada seksi kebersihan Kecamatan Cilandak untuk segera mengangkut sampah yang ada," tegasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7033
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4641
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2152
Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik
Sabtu, 31 Oktober 2026
1312
Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan