Jumat, 07 Februari 2014
Reporter: Nurito
Editor: Lopi Kasim
3394
(Foto: doc)
Proyek pembuatan gorong-gorong di Jl Rawa Domba, RW 08, Duren Sawit, Jakarta Timur, diprotes warga setempat. Selain dinilai lambat dalam pengerjaannya, proyek tersebut dinilai warga tidak profesional. Bahkan, warga yang terlanjur marah berteriak sambil mengobrak-abrik tumpukan material bekas yang berada di lokasi tersebut.
Pekerjaan yang harusnya tuntas pada Desember 2013 lalu, hingga kini tak juga rampung. Saat ini proyek itu dihentikan, karena tidak ada kegiatan di lokasi.
Ketua RT 08/16 Duren Sawit, Nirman Syah mengatakan, proyek pembuatan gorong-gorong di Jl Rawa Domba, merupakan sebagai penyebab banjir. Terlebih, proyek itu dikerjakan lamban dan tak profesional. Akibatnya, warga yang menanggung, di mana lingkungan sekitar Jl Rawa Domba menjadi langganan banjir setiap diguyur hujan deras.
Selain itu, banjir juga telah merobohkan pagar tembok SDN Duren Sawit 08 sepanjang 50 meter. Kini kondisi pagar masih dibiarkan ambruk dan sekolah menjadi tergenang. Pihak sekolah kemudian mengungsikan 450 siswanya ke SDN Duren Sawit 16 dan 17.
"Semua warga di sini dibuat stres. Setiap hujan rumah tergenang sampai satu meter. Airnya juga lama surutnya bisa berhari-hari. Kami sudah mengajukan protes ke Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, namun tak ada jawaban memuaskan," keluh Nirman Syah, Jumat (7/2).
Dikatakan Nirmansyah, molornya proyek gorong-gorong karena kontraktor mengalihkan pemasangan gorong-gorong di tengah jalan. Padahal, semula gorong-gorong dipasang di saluran air yang ada di pinggir jalan. Sayangnya, saat dipasang di tengah jalan, ada celah bekas galian yang ditutup dengan sisa material. Hal itu dianggap menjadi pemicu banjir, karena menyumbat saluran air.
Akibat proyek tersebut, banyak material berserakan di tengah jalan. Sejumlah tiang listrik dan kabel telepon juga terlihat miring, akibat proses penggalian tanah di lokasi tersebut.
Terkait hal itu, pengendali proyek gorong-gorong Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, Bambang mengatakan, pengerjaan proyek lambat karena banyaknya jaringan utilitas di pinggir saluran air, sehingga pemasangan gorong-gorong dialihkan ke tengah jalan. Kemudian, di sisi saluran air banyak tiang kabel listrik dan telepon serta panel telepon. Jika gorong-gorong dipasang di saluran air maka seluruh panel dan tiang listrik resikonya dibongkar. Tentunya hal itu akan memakan waktu lebih lama lagi.
Seharusnya, lanjut Bambang, proyek yang digarap PT Wasko itu tuntas pada Desember 2013 lalu. Namun, karena banyaknya hambatan akhirnya diperpanjang. Namun, soal batas waktunya, Bambang enggan menyebutkan, termasuk besaran nilai proyeknya.
"Tingkat kesulitan di lapangan karena banyaknya utilitas. Namun, kita malah dianggap seolah perencanaan tidak matang dan tak terprogram. Padahal kita laksanakan melalui kajian matang. Misalnya, soal dimensi saluran airnya baik kedalaman maupun kelebarannya, agar nantinya aliran air berfungsi maksimal," ujar Bambang.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
4079
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
593
Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini
Selasa, 03 Februari 2026
436
Pramono Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta