Proyek Gorong-gorong Diprotes Warga

Jumat, 07 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 3450

Duren-Sawit-20140207-08703.jpg

(Foto: doc)

Proyek pembuatan gorong-gorong di Jl Rawa Domba, RW 08, Duren Sawit, Jakarta Timur, diprotes warga setempat. Selain dinilai lambat dalam pengerjaannya, proyek tersebut dinilai warga tidak profesional. Bahkan, warga yang terlanjur marah berteriak sambil mengobrak-abrik tumpukan material bekas yang berada di lokasi tersebut.

Pekerjaan yang harusnya tuntas pada Desember 2013 lalu, hingga kini tak juga rampung. Saat ini proyek itu dihentikan, karena tidak ada kegiatan di lokasi.

Ketua RT 08/16 Duren Sawit, Nirman Syah mengatakan, proyek pembuatan gorong-gorong di Jl Rawa Domba, merupakan sebagai penyebab banjir. Terlebih, proyek itu dikerjakan lamban dan tak profesional. Akibatnya, warga yang menanggung, di mana lingkungan sekitar Jl Rawa Domba menjadi langganan banjir setiap diguyur hujan deras.

Selain itu, banjir juga telah merobohkan pagar tembok SDN Duren Sawit 08 sepanjang 50 meter. Kini kondisi pagar masih dibiarkan ambruk dan sekolah menjadi tergenang. Pihak sekolah kemudian mengungsikan 450 siswanya ke SDN Duren Sawit 16 dan 17.

"Semua warga di sini dibuat stres. Setiap hujan rumah tergenang sampai satu meter. Airnya juga lama surutnya bisa berhari-hari. Kami sudah mengajukan protes ke Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, namun tak ada jawaban memuaskan," keluh Nirman Syah, Jumat (7/2).

Dikatakan Nirmansyah, molornya proyek gorong-gorong karena kontraktor mengalihkan pemasangan gorong-gorong di tengah jalan. Padahal, semula gorong-gorong dipasang di saluran air yang ada di pinggir jalan. Sayangnya, saat dipasang di tengah jalan, ada celah bekas galian yang ditutup dengan sisa material. Hal itu dianggap menjadi pemicu banjir, karena menyumbat saluran air.

Akibat proyek tersebut, banyak material berserakan di tengah jalan. Sejumlah tiang listrik dan kabel telepon juga terlihat miring, akibat proses penggalian tanah di lokasi tersebut.

Terkait hal itu, pengendali proyek gorong-gorong Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, Bambang mengatakan, pengerjaan proyek lambat karena banyaknya jaringan utilitas di pinggir saluran air, sehingga pemasangan gorong-gorong dialihkan ke tengah jalan. Kemudian, di sisi saluran air banyak tiang kabel listrik dan telepon serta panel telepon. Jika gorong-gorong dipasang di saluran air maka seluruh panel dan tiang listrik resikonya dibongkar. Tentunya hal itu akan memakan waktu lebih lama lagi.

Seharusnya, lanjut Bambang, proyek yang digarap PT Wasko itu tuntas pada Desember 2013 lalu. Namun, karena banyaknya hambatan akhirnya diperpanjang. Namun, soal batas waktunya, Bambang enggan menyebutkan, termasuk besaran nilai proyeknya.

"Tingkat kesulitan di lapangan karena banyaknya utilitas. Namun, kita malah dianggap seolah perencanaan tidak matang dan tak terprogram. Padahal kita laksanakan melalui kajian matang. Misalnya, soal dimensi saluran airnya baik kedalaman maupun kelebarannya, agar nantinya aliran air berfungsi maksimal," ujar Bambang.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2317

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2295

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1693

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 968

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1742

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks