Proyek Gorong-gorong Diprotes Warga

Jumat, 07 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 3655

Duren-Sawit-20140207-08703.jpg

(Foto: doc)

Proyek pembuatan gorong-gorong di Jl Rawa Domba, RW 08, Duren Sawit, Jakarta Timur, diprotes warga setempat. Selain dinilai lambat dalam pengerjaannya, proyek tersebut dinilai warga tidak profesional. Bahkan, warga yang terlanjur marah berteriak sambil mengobrak-abrik tumpukan material bekas yang berada di lokasi tersebut.

Pekerjaan yang harusnya tuntas pada Desember 2013 lalu, hingga kini tak juga rampung. Saat ini proyek itu dihentikan, karena tidak ada kegiatan di lokasi.

Ketua RT 08/16 Duren Sawit, Nirman Syah mengatakan, proyek pembuatan gorong-gorong di Jl Rawa Domba, merupakan sebagai penyebab banjir. Terlebih, proyek itu dikerjakan lamban dan tak profesional. Akibatnya, warga yang menanggung, di mana lingkungan sekitar Jl Rawa Domba menjadi langganan banjir setiap diguyur hujan deras.

Selain itu, banjir juga telah merobohkan pagar tembok SDN Duren Sawit 08 sepanjang 50 meter. Kini kondisi pagar masih dibiarkan ambruk dan sekolah menjadi tergenang. Pihak sekolah kemudian mengungsikan 450 siswanya ke SDN Duren Sawit 16 dan 17.

"Semua warga di sini dibuat stres. Setiap hujan rumah tergenang sampai satu meter. Airnya juga lama surutnya bisa berhari-hari. Kami sudah mengajukan protes ke Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, namun tak ada jawaban memuaskan," keluh Nirman Syah, Jumat (7/2).

Dikatakan Nirmansyah, molornya proyek gorong-gorong karena kontraktor mengalihkan pemasangan gorong-gorong di tengah jalan. Padahal, semula gorong-gorong dipasang di saluran air yang ada di pinggir jalan. Sayangnya, saat dipasang di tengah jalan, ada celah bekas galian yang ditutup dengan sisa material. Hal itu dianggap menjadi pemicu banjir, karena menyumbat saluran air.

Akibat proyek tersebut, banyak material berserakan di tengah jalan. Sejumlah tiang listrik dan kabel telepon juga terlihat miring, akibat proses penggalian tanah di lokasi tersebut.

Terkait hal itu, pengendali proyek gorong-gorong Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, Bambang mengatakan, pengerjaan proyek lambat karena banyaknya jaringan utilitas di pinggir saluran air, sehingga pemasangan gorong-gorong dialihkan ke tengah jalan. Kemudian, di sisi saluran air banyak tiang kabel listrik dan telepon serta panel telepon. Jika gorong-gorong dipasang di saluran air maka seluruh panel dan tiang listrik resikonya dibongkar. Tentunya hal itu akan memakan waktu lebih lama lagi.

Seharusnya, lanjut Bambang, proyek yang digarap PT Wasko itu tuntas pada Desember 2013 lalu. Namun, karena banyaknya hambatan akhirnya diperpanjang. Namun, soal batas waktunya, Bambang enggan menyebutkan, termasuk besaran nilai proyeknya.

"Tingkat kesulitan di lapangan karena banyaknya utilitas. Namun, kita malah dianggap seolah perencanaan tidak matang dan tak terprogram. Padahal kita laksanakan melalui kajian matang. Misalnya, soal dimensi saluran airnya baik kedalaman maupun kelebarannya, agar nantinya aliran air berfungsi maksimal," ujar Bambang.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2930

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1273

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 504

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1285

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1089

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks