Ahok Ingin Wakilnya PNS yang Berkompeten

Kamis, 23 Oktober 2014 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 5774

ahok wawancara balaikota dok beritajakarta

(Foto: doc)

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menginginkan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak diisi oleh orang berlatar belakang partai politik. Pria yang akrab disapa Ahok itu sangat ingin posisi orang nomor dua di lingkungan Pemprov DKI Jakarta itu diisi oleh pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta yang berkompeten serta memiliki keinginan untuk mewujudkan Jakarta Baru.

Makanya, saya bilang, kalau di sini (DKI) jangan ada lagi orang politik, deh. Walaupun jabatan saya politik, tapi PNS merasa dihargai

"Makanya, saya bilang, kalau di sini (DKI) jangan ada lagi orang politik deh. Walaupun jabatan saya politik, tapi PNS merasa dihargai," kata Basuki, di Balaikota, Kamis (23/10).

Ia mengatakan, banyak PNS mulai dari jabatan eselon IV hingga eselon II di lingkungan Pemprov DKI yang jujur. Pegawai yang memiliki golongan III-B bisa mengikuti tes assessment dan lelang jabatan untuk menduduki posisi pejabat eselon IV.

"PNS DKI itu banyak yang bagus untuk naik (jabatan) sebetulnya, tapi enggak ada kesempatan. Nah, biasanya orang politik itu memang tidak memberikan kesempatan kepada PNS, sekarang saya mau kasih yang terbaik dong (buat PNS)," ujarnya.

Untuk merealisasikan keinginan tersebut, Basuki mengaku tidak akan memilih calon Wagub DKI dari partai politik yang mengusung pasangan Jokowi-Basuki pada Pilkada DKI 2012.

Mantan Bupati Belitung Timur ini bersikukuh mengidamkan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Saryo Handayani (Yani) untuk mengisi posisi wakil gubernur yang ditinggalkan.

"Dia pengalaman puluhan tahun di Jakarta. Kita juga sudah lihat dua tahun (di Bappeda) enggak macam-macam tuh. Kita suruh apapun beres," ungkapnya.

Selain Yani, Basuki pernah menyebut nama politisi PDIP Djarot S Hidayat, mantan Walikota Blitar yang diidamkan menjadi Wakil Gubernur DKI. Sementara, Partai Gerindra menawarkan M Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI, Namun dari ketiga nama tersebut, Basuki lebih memilih Yani untuk mengisi posisi wakil gubernur.

"Kalau pilih Pak Djarot, nanti Gerindra marah. Kalau saya pilih dari Gerindra, nanti PDIP marah. Kalau Bu Yani kan netral dia orang kerja makanya saya bilang kalau bisa di sini nanti jangan ada orang politik deh," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Ahok Bakal Pilih Wagub Berparas Cantik

Ahok Bakal Pilih Wagub Berparas Cantik

Minggu, 19 Oktober 2014 5235

Jokowi Resmi Tak Jadi Gubernur Lagi

Jokowi: Jakarta Jadi Tanggung Jawab Presiden

Kamis, 16 Oktober 2014 4964

Nachrowi Ramli

Basuki Lirik Nachrowi Ramli Jadi Wagub

Minggu, 14 September 2014 7247

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9241

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3209

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3630

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1926

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1491

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks