Basuki Tolak Naikkan UMP Hingga 30 Persen

Selasa, 21 Oktober 2014 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 6146

Ahok akan ke Korea Selatan Terima Bendera Asian Games

(Foto: doc)

Tuntutan buruh yang menginginkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta Tahun 2015 mendatang dinaikkan hingga 30 persen ditolak mentah-mentah oleh Pemprov DKI Jakarta.

Tadi kita berdiskusi saja. Mereka (buruh) minta agar UMP tahun 2015 naik 30 persen. Saya bilang enggak bisa

"Tadi kita berdiskusi saja. Mereka (buruh) minta agar UMP tahun 2015 naik 30 persen. Saya bilang enggak bisa. Dasar mereka apa (minta kenaikan itu). Dulu kami bisa naikkan sampai 43 persen karena lima tahun UMP DKI tidak berubah," Basuki Tjahaja Purnama, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, usai bertemu dengan perwakilan Forum Buruh DKI, di Balaikota, Selasa (21/10).

Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta menaikkan UMP DKI karena harus dilakukan sesuai tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL). "KHL juga tak bisa disamakan tiap tahun, karena ada proyeksi inflasi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei yang digelar oleh Pemprov DKI menunjukkan tingkat inflasi tahun ini rendah. Untuk itu, jumlah KHL dan UMP tahun depan tidak akan naik signifikan.

“Kita mesti adil, tidak bisa survei KHL tahun ini disamakan untuk UMP tahun depan. Kenaikan (tahun 2015) pasti kecil karena KHL-nya rendah. Nanti inflasi harus terus kita tekan di Jakarta,” ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini.

Pria yang akrab disapa Ahok itu tidak mempersoalkan dirinya dituding tidak pro rakyat karena menolak menaikkan UMP hingga 30 persen. Apalagi, nilai UMP yang ditetapkan DKI jauh lebih rendah dibanding standar negara berkembang lainnya seperti Laos.

Ia menambahkan, peran pemerintah adalah untuk mengadministrasi keadilan sosial, bukan untuk memenuhi kehendak sebagian pihak.

Untuk itu, dirinya tidak bersedia membela kepentingan buruh sekadar karena takut dianggap tidak baik. "Saya bilang, dari dulu saya sudah dianggap tidak baik kok sama mereka. Ya sudah nanti kenaikan UMP pasti kecil, karena KHL-nya rendah," tukasnya.

BERITA TERKAIT
KHL DKI 2014 Ditetapkan Pekan Ketiga Oktober

KHL DKI 2014 Ditetapkan Pekan Ketiga Oktober

Kamis, 09 Oktober 2014 5234

Disnakertrans DKI Survei KHL

Disnakertrans DKI Lakukan Survei KHL

Kamis, 04 September 2014 7151

UMP DKI Tinggi Jadi Daya Tarik Pendatang Baru

Pendatang Tergiur Tingginya UMP di Jakarta

Senin, 04 Agustus 2014 5071

May Day, Operasional Bus Transjakarta Terganggu

Sopir Bus Transjakarta Akan Digaji 3 Kali UMP

Kamis, 08 Mei 2014 4850

Buruh Demo Balaikota

Ratusan Buruh Tuntut Penetapan UMSP DKI

Selasa, 08 April 2014 5846

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7112

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4803

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1886

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2472

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1016

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks