Tiga Kakak Beradik Mengidap HIV/AIDS

Selasa, 11 Februari 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Agustian Anas 7488

tangan_hiv-ils.jpg

(Foto: doc)

Tiga bocah kakak-beradik, LTP (11), NS (5), SNR (3), warga RT 005/09, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat harus pasrah menerima kenyataan hidup. Ketiga bocah yatim piatu ini dinyatakan mengidap HIV/AIDS.

Ketiga bocah tersebut diduga mengidap HIV/AIDS karena tertular dari ibunya. Sebab, berdasarkan keterangan warga sekitar, ketika masih hidup, ibunya NJ (30) bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dan divonis mengidap HIV/AIDS. Sedangkan almarhum ayahnya SW (37) merupakan pecandu narkoba.

Ketua RW 09, Tontowi mengatakan, terungkapnya kasus HIV/AIDS ini berawal dari laporan warga. Pada Selasa (5/2) malam, NS mengalami sakit keras yang diduga akibat gizi buruk. Tapi, saat dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tambora keesokan harinya, dokter sudah mengenalnya karena saat masih hidup ibunya intensif menjalani perawatan di puskesmas lantaran mengidap HIV/AIDS.

Ironisnya, dari ketiga bocah tersebut hanya NS yang kini dirawat intensif di RSUD Cengkareng. Sedangkan LTP dan SNR tetap tinggal di rumah pamannya karena saat dirujuk warga ke RSUD Cengkareng dan Tarakan selalu ditolak dengan alasan kamar penuh.

“Kedua RSUD tersebut mempersulit dengan alasan ruangan sudah penuh. Warga kasihan karena tiga bocah tersebut sudah yatim piatu dan miskin. Sedangkan neneknya yang merawat tidak ngerti masalah ini. Bahkan untuk membeli popok mereka, warga patungan. Dan seharusnya pemerintah peduli pada nasib ketiga bocah tersebut, bukan justru menutup mata,” ungkap Tantowi.

Camat Tambora, Yunus Burhan mengatakan, pihaknya sudah mengirim Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GEMA yang konsen mengurus HIV/AIDS. Ini sebagai langkah antisipasi awal, agar warganya mendapat penanganan pertama.

Pihaknya, kata Yunus, juga akan berkoordinasi dengan Sudin Kesehatan Jakarta Barat agar diberikan kemudahan akses bagi LTP dan SNR mendapat perawatan khusus. “Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak RSUD agar mendapat prioritas dan dipermudah,” tutur Yunus.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Widyastuti mengatakan, BPJS merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pihaknya hanya bisa berkoordinasi untuk mempermudah warga mendapatkannya jika sangat gawat darurat. Namun, kata Widyastuti, dari ketiga bocah tersebut hanya NS yang kondisinya sangat parah.

Sedangkan LTP dan SNR masih belum dalam kondisi butuh perawatan. Namun, jika perlu perawatan pihaknya siap berkoordinasi dengan pihak RSUD. “LTP memang belum punya BPJS, makanya kami akan bantu jika keadaannya genting. Saya juga sudah cek tidak ada pasien yang ditolak,” tandas Widyastuti.

Sementara itu, LTP yang ditemui di pos RW 09, Kelurahan Tanah Sereal, LTP bersama adiknya SNR ditemani neneknya R (50) menuturkan, sejak kecil sudah ditinggal mati ayahnya SW. Sedangkan ibunya NJ (34) meninggal tiga bulan lalu.

“ Kami sudah ditinggal bapak sejak kecil. Sedangkan ibu saya baru meninggal tiga bulan lalu. Kami tidak punya uang untuk berobat makanya pasrah saja,” tutur LTP.

Saat ini, ketiga bocah tersebut dirawat neneknya yang bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan Rp 300.000 per bulan.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7036

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4657

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2172

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2203

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1747

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks