Bank DKI Targetkan Laba Rp 1 Triliun

Senin, 10 Februari 2014 Reporter: Agustian Anas Editor: Agustian Anas 4113

pelayanan_bank-dki.jpg

(Foto: doc)

Meskipun berbagai prediksi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2014 hanya akan berada pada kisaran maksimal 5,5 persen, namun Bank DKI tetap optimis meraup laba Rp 1 triliun. Selain itu, bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov DKI Jakarta ini juga menargetkan penyaluran kredit tumbuh 27,2 persen dengan memilih sektor yang tidak rentan terhadap guncangan perekonomian Indonesia seperti sektor retail. Sementara itu, dana pihak ketiga juga ditargetkan tumbuh 37,5 persen.

“Tahun ini, Bank DKI menargetkan peningkatan aset menjadi Rp 37 triliun dan pencapaian laba psikologis sebesar Rp 1 triliun,” ujar Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI di Jakarta, Senin (10/2).

Untuk mencapai target tersebut, Bank DKI akan membuka 76 kantor dengan rincian 37 Kantor Layanan setingkat Kantor Cabang dan Capem untuk memperkuat basis operasi PT Bank DKI di wilayah Jabotabek dan beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Balikpapan, Papua dan Gresik. Selain itu juga akan dioperasionalkan 39 Gerai Usaha Mikro di berbagai wilayah Jabotabek, Surabaya, Solo, Bandung, Makasar, Palembang, dan Pekanbaru.

Eko menuturkan, Bank DKI juga akan melakukan ekspansi kredit yang sehat melalui membidik sektor komersial baik korporasi maupun menengah sebagai engine of growth. dan sebagai engine of profitabilitynya kredit konsumer, Seperti Kredit Multi Guna. ”Kredit mikro – retail juga akan terus digalakkan dengan menawarkan produk Monas25, Monas75 dan Monas500 dan dalam skim syariah bernama Laris25, Laris75, dan Laris500," ungkapnya.

Untuk meningkatkan pelayanan, Bank DKI juga akan menambah serta menyempurnakan fitur terhadap existing produk dan peluncuran produk ataupun aktivitas baru seperti priority banking, Tabungan bisnis dan lainnya.  ”Meningkatkan fee based income terhadap pendapatan operasional melalui berbagai sumber seperti transaksi ATM, Jakcard, Cash Management, aktivitas kliring, RTGS dan KU, money changer, jasa layanan ekspor impor, fee dari kerjasama dengan perusahaan asuransi dan sebagainya” ujar Eko.

Eko yang juga Ketua Umum ASBANDA mengatakan, tahun 2014 akan menjadi tahun Bank DKI menjadi Pusat Keunggulan BPD, dimana Bank DKI perlu terus memantapkan kinerjanya sebagai BPD Regional Champion.

Sebagai gambaran, kinerja Bank DKI di tahun 2013 terbilang mengesankan. Laba Bank DKI tumbuh secara signifikan, sebesar 78,37 % dari Rp 450 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 803 miliar di tahun 2013. Pertumbuhan total aset Bank DKI juga meningkat sebesar 16,82 % dari Rp. 26,62 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp.31,09 triliun pada akhir tahun 2013. Penyaluran kredit tumbuh sebesar 35,92 % dari Rp 14,99 triliun ditahun 2012 menjadi Rp 20,38 triliun di tahun 2013 dengan porsi kredit untuk segmen produktif diatas 50 %. Dana pihak ketiga meningkat 7,15 % dari Rp 20,64 triliun menjadi Rp 22,12 triliun di tahun 2013 ini.

“Prestasi ini mampu dicapai Bank DKI ditengah kondisi perekonomian tahun 2013 yang terbilang sulit dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,7 % dan ditengah kuatnya tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang meningkat, bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah serta realisasi inflasi sebesar 8 %,” ungkap Eko.

Selain itu Bank DKI sepanjang tahun 2013, juga mendapatkan penguatan struktur permodalan dengan adanya penambahan modal disetor dari Pemprov DKI Jakarta. Tercatat, Pemprov DKI Jakarta 2 kali melakukan penambahan modal disetor kepada Bank DKI dengan total tambahan modal sebesar Rp 800 miliar. Bahkan tahun 2014, Pemprov DKI Jakarta juga telah menganggarkan tambahan modal disetor kepada Bank DKI sebesar Rp 1 triliun. 
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2893

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 735

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1400

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1015

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks