Pelaku Usaha Dukung Pembentukan TGUP2 DKI

Minggu, 09 Februari 2014 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 3674

sarman_dewan_pengupahan_dok.jpg

(Foto: doc)

Kalangan pelaku usaha di Ibu Kota mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan Pembangunan (TGUP2). Sebab, tim tersebut akan bertugas mengawasi dan mengevaluasi kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) dalam melaksanakan sejumlah program pembangunan.

Pembentukan TGUP2 yang tertuang di dalam Peraturan Gubernur No 83 Tahun 2013 bertujuan meningkatkan kinerja satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI. Selain pengawasan dan evaluasi, TGUP2 juga berfungsi menerima dan menindaklanjuti saran dan kritik dari masyarakat kepada Gubernur DKI.

"Ini suatu terobosan baru mengingat keterbatasan waktu Gubenur dan Wakil Wakil Gubernur DKI serta kompleksnya permasalahan di Jakarta. TGUP2 akan membantu Jokowi dan Basuki mengawasi secara langsung kinerja aparatur yang tersebar di 745 SKPD dan UKPD, sehingga visi Jakarta Baru tercapai," kata Sarman Simanjorang, Ketua Umum DPD HIPPI DKI dalam siaran pers yang diterima beritajakarta.com, Minggu (9/2).

Ia mengatakan, TGUP2 berperan sangat strategis guna mendekatkan aspirasi masyarakat dengan Pemprov DKI sehingga percepatan pembangunan terealisasi. "Keanggotaan tim ini diharapkan dari berbagai elemen masyarakat termasuk dunia usaha," ujarnya.

Menurut Sarman, unsur dunia usaha dalam keanggotaan TGUP2 sangat penting mengingat DKI Jakarta sebagai kota jasa, pusat perdagangan, investasi dan pariwisata. Sebab, para pelaku usaha membutuhkan kebijakan dan pelayanan yang menjamin kelangsungan dunia usaha maju dan berkembang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang selama ini di atas rata rata nasional. "Pelayanan kepada dunia usaha harus semakin ditingkatkan karena PAD DKI Jakarta hampir 60 persen bersumber dari dunia usaha," tuturnya.

Ia mengungkapkan, penerapan pajak online di Ibu Kota yang diterapkan sejak Januari hingga September 2013 telah mampu menggali dana sebesar Rp 17 triliun yang dipungut dari 3.400 wajib pajak dari kalangan usaha hiburan, parkir, restoran, dan hotel

Angka tersebut diprediksi semakin naik dengan signifikan seiring bertambah wajib pajak online yang ditergetkan mencapai 11.000 perusahaan. "Pemprov DKI Jakarta jangan sekadar memungut pajak dari pengusaha, tapi dibarengi pelayan yang lebih baik dan kebijakan pro bisnis dan pro dunia usaha sehingga mampu mendorong pelaku usaha lebih berkembang," ungkapnya.

Sarman juga berharap TGUP2 ini juga nantinya akan mampu mendorong percepatan penyerapan APBD DKI 2014 yang mencapai Rp 72 triliun.

Alhasil, penyerapan APBD pada triwulan III pada tahun lalu sebesar 45 persen  tidak terulang lagi pada tahun ini.

"Jangan sampai keterlambatan penyerapan menjadi akal - akalan kepala SKPD yang selama ini telah membudaya untuk memuluskan sejumlah proyek jatuh kepada rekanan yang sudah disiapkan. Jika kelakuan ini masih ada, kepala SKPD tersebut diganti atau dinonjobkan," pintanya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7141

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4831

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2305

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2526

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1172

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks