Sampah Kulit Kerang Dikeluhkan Nelayan Kalibaru

Senin, 03 Februari 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 5226

sampah_kerang_muara_karang_budi.jpg

(Foto: doc)

Sampah kulit kerang hijau menyisakan persoalan tersendiri bagi warga dan nelayan di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Bagaimana tidak, sampah yang berasal dari bagang (keramba) peternakan kerang hijau di sekitar teluk Jakarta itu sudah seminggu terakhir memenuhi muara Kali Cakung Drain.

Alhasil, karena banyaknya sampah itu, hingga menyerupai tanggul dan menutup sebagian Kali Cakung Drain dari semula 8 meter menjadi hanya 4 meter saja. Kondisi demikian tentunya menyulitkan dan membahayakan nelayan, khususnya saat malam hari. Sebab, selain berpotensi menyebabkan kapal kandas, juga memicu terjadinya tabrakan antar kapal nelayan yang keluar masuk muara.
 
Mursal (50), warga RT 10/06, Kelurahan Kalibaru mengatakan, tumpukan sampah tersebut mulai terlihat sejak sepekan lalu. Sampah tersebut merupakan kerang dari keramba di sekitar teluk Jakarta yang terbawa ombak ke muara. Selain kulit kerang hijau, juga terdapat berbagai material sampah lainnya. "Saat ini bagang-bagang peternakan kerang banyak yang hancur karena diterjang ombak. Nah, itu kerang-kerangnya terbawa ke muara hingga membentuk tanggul," ujar Mursal, Senin (3/2).

Jumani (45), Ketua Kelompok Nelayan Pancing Kalibaru (KNPK) menuturkan, tumpukan sampah yang terbawa oleh ombak tersebut memang rutin terjadi setiap tahun. Namun, untuk tahun ini, sampah itu sampai membentuk tanggul hingga menutup setengah bagian muara. "Kalau malam kan gelap sehingga tidak terlihat. Jadi, kapal yang mau masuk maupun yang keluar bisa karam kalau tidak tahu ada tumpukan sampah," katanya.

Menanggapi hal itu, Camat Cilincing, Supriyono mengaku telah meninjau lokasi tersebut. Bahkan, pihaknya mengaku sudah melaporkan keluhan warga itu ke Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. "Waktu kemarin pak Jokowi datang ke Cilincing, sudah saya laporkan. Beliau juga bilang segera ditangani oleh dinas terkait," katanya.

Diakui Supriyono, tumpukan sampah itu memang membahayakan bagi kapal nelayan. Bahkan, beberapa hari lalu, sempat terjadi tabrakan antar kapal nelayan yang melintas karena menghindari sampah tersebut. "Mudah-mudahan jangan sampai menyebabkan kecelakaan yang fatal. Makanya kita berharap dinas terkait segera merespon keluhan warga di sini," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3416

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 646

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1407

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1021

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks