Sampah Kulit Kerang Dikeluhkan Nelayan Kalibaru

Senin, 03 Februari 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 5451

sampah_kerang_muara_karang_budi.jpg

(Foto: doc)

Sampah kulit kerang hijau menyisakan persoalan tersendiri bagi warga dan nelayan di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Bagaimana tidak, sampah yang berasal dari bagang (keramba) peternakan kerang hijau di sekitar teluk Jakarta itu sudah seminggu terakhir memenuhi muara Kali Cakung Drain.

Alhasil, karena banyaknya sampah itu, hingga menyerupai tanggul dan menutup sebagian Kali Cakung Drain dari semula 8 meter menjadi hanya 4 meter saja. Kondisi demikian tentunya menyulitkan dan membahayakan nelayan, khususnya saat malam hari. Sebab, selain berpotensi menyebabkan kapal kandas, juga memicu terjadinya tabrakan antar kapal nelayan yang keluar masuk muara.
 
Mursal (50), warga RT 10/06, Kelurahan Kalibaru mengatakan, tumpukan sampah tersebut mulai terlihat sejak sepekan lalu. Sampah tersebut merupakan kerang dari keramba di sekitar teluk Jakarta yang terbawa ombak ke muara. Selain kulit kerang hijau, juga terdapat berbagai material sampah lainnya. "Saat ini bagang-bagang peternakan kerang banyak yang hancur karena diterjang ombak. Nah, itu kerang-kerangnya terbawa ke muara hingga membentuk tanggul," ujar Mursal, Senin (3/2).

Jumani (45), Ketua Kelompok Nelayan Pancing Kalibaru (KNPK) menuturkan, tumpukan sampah yang terbawa oleh ombak tersebut memang rutin terjadi setiap tahun. Namun, untuk tahun ini, sampah itu sampai membentuk tanggul hingga menutup setengah bagian muara. "Kalau malam kan gelap sehingga tidak terlihat. Jadi, kapal yang mau masuk maupun yang keluar bisa karam kalau tidak tahu ada tumpukan sampah," katanya.

Menanggapi hal itu, Camat Cilincing, Supriyono mengaku telah meninjau lokasi tersebut. Bahkan, pihaknya mengaku sudah melaporkan keluhan warga itu ke Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. "Waktu kemarin pak Jokowi datang ke Cilincing, sudah saya laporkan. Beliau juga bilang segera ditangani oleh dinas terkait," katanya.

Diakui Supriyono, tumpukan sampah itu memang membahayakan bagi kapal nelayan. Bahkan, beberapa hari lalu, sempat terjadi tabrakan antar kapal nelayan yang melintas karena menghindari sampah tersebut. "Mudah-mudahan jangan sampai menyebabkan kecelakaan yang fatal. Makanya kita berharap dinas terkait segera merespon keluhan warga di sini," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9241

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3209

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3630

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1926

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1492

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks