Senin, 03 Februari 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Dunih
3745
(Foto: doc)
Banjir yang melanda Jakarta menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Pasalnya, banjir di ibu kota selama 15 hari itu menghanyutkan 91.529 ton sampah. Sampah-sampah itu kemudian diangkut untuk dibuang ke Bantar Gebang, Bekasi, sejak tanggal 18 Januari hingga 1 Februari.
"Berdasarkan laporan kami selama 15 hari, total sampah yang diangkut akibat banjir mencapai 91.529 ton dengan 10.899 rit (perjalanan bolak-balik)," kata Unu Nurdin, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Senin (3/2).
Menurut Unu, jumlah tersebut terdiri dari sampah yang menyangkut di sungai-sungai sebanyak 5.698 ton dengan 459 rit. Semantara sebanyak 85.650 ton dengan 10.440 rit, merupakan sampah rutin selama banjir setiap harinya. "Sampah menumpuk juga di tempat-tempat pengungsian. Karena pengungsi makan menggunakan bungkus nasi," ujarnya.
Sampah banjir yang ada di badan sungai, paling banyak menumpuk di Jembatan Kalibata, Jembatan Kampung Melayu, Pintu Air Manggarai, Pintu Air Pluit dan Pintu Air Perintis Kemerdekaan, Pintu Air Karet, Jembatan Season City dan Teluk Gong. Di lokasi tersebut, telah disiapkan eskavator untuk mengangkut sampah, sehingga aliran air tidak terhambat.
"Sampah-sampah dikumpulkan dengan menggunakan eskavator, kemudian dimasukkan ke truk sampah dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," jelas Unu.
Dia mengungkapkan sampah-sampah akibat bencana banjir itu tergolong dalam kategori sampah berat, di antaranya kasur, bambu, kayu, lemari, kulkas, furniture dan perabot rumah tangga lainnya. "Selain jumlahnya yang banyak, sampah-sampah tersebut juga telah bercampur dengan air, sehingga jadi semakin berat dan menambah volume," ucapnya.
Puluhan ribu ton sampah tersebut, kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Karena jika tidak langsung dibuang, sampah akan menimbulkan bau tidak sedap. "Jadi, kita tidak tunggu-tunggu lagi. Sampah-sampah yang sudah dimasukkan ke dalam truk sampah langsung kita bawa ke Bantar Gebang supaya tidak ada penumpukan," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3835
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
738
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
648
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital