Pembebasan Lahan untuk Waduk Ciawi Dikebut

Selasa, 04 Februari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 3851

waduk_pondoklabu_ernabj.jpg

(Foto: doc)

Potensi banjir yang terus mengancam wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat ide pembangunan Waduk Ciawi tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ditemani Bupati Bogor, Rachmat Yasin, telah menyempatkan diri melihat lokasi yang akan dijadikan Waduk Ciawi. Karena, pada pada bulan Februari ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terkena dampak dari pembangunan tersebut.

Meskipun telah tahu lokasi proyek yang akan dibangun, Jokowi juga tidak ingin menunjuk secara pasti titik yang akan dibangun. Karena dikhawatirkan jika ditunjuk sekarang harga tanah justru akan melambung. Pria yang akrab disapa Jokowi ini, hanya menunjukkan lokasi dari kejauhan yakni dari Jalan Raya Puncak, Bogor. "Itu loh lihat Waduk Megamendung (Ciawi). Kira-kira di situ, kurang lebih lah," kata Jokowi, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Menurut Jokowi, titik koordinat untuk Waduk Ciawi sudah ditentukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Namun, karena kondisi tanah yang banyak bebatuan maka titiknya diubah, sehingga masuk ke kawasan Megamendung. "Titik koordinat sudah ada. Jadi nanti waduknya di Megamendung, Desa Cipayung. Agak bawahnya itu Waduk Sukamahi," ujarnya.

Rencananya pada bulan Februari ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Nantinya warga akan mendapatkan ganti rugi atas tanah yang akan dibuat waduk. Untuk pembebasan lahan akan dibebankan ke Pemprov DKI Jakarta, yakni sebesar Rp 1,2 triliun. Sementara untuk pembangunan fisik akan dilakukan oleh Kementerian PU, dengan anggaran Rp 1,9 triliun. "Februari sosialisasi selesai tinggal pendataan dan pemetaan bidang," jelasnya.

Waduk Ciawi atau Megamendung akan dibangun seluas 107 hektar. Nantinya waduk tersebut mampu menampung 11,8 juta meter kubik air. Sehingga aliran Sungai Ciliwung dapat ditampung ke waduk tersebut.

Bupati Bogor, Rachmat Yasin mengatakan, di kawasan Megamendung, ada 144 kepala keluarga (KK) yang tanahnya harus dibebaskan. Ia berjanji akan langsung melakukan sosialisasi. "Kita akan cepat lakukan sosialisasi kepada warga. Agar pekerjaan juga bisa segera dilakukan," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7036

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4657

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2173

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2203

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1748

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks