10 Ribu Pohon Ditanam di Hulu Ciliwung

Selasa, 04 Februari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 3383

jokowi_tanam_pohon_erna.jpg

(Foto: doc)

Sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan hulu sungai Ciliwung, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bersama Bupati Bogor, Rachmat Yasin secara simbolis menanam pohon kayu putih di Telaga Saat, Bogor. Kedua pemimpin ini pun mengaku sudah memiliki solusi untuk mengatasi banjir di Jakarta dan sekitarnya sehingga harus ada langkah konkret yang harus segera dikerjakan. Rencananya, sebanyak 10 ribu pohon akan ditanam di kawasan hulu Sungai Ciliwung tersebut.

"Masalahnya, problemnya jelas semua. Jalan keluar yang harus kita lakukan juga jelas. Mari kita sekarang bekerja," ujar Jokowi, di Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).
 
Pihaknya, kata Jokowi, sengaja memilih daerah hulu untuk penanaman pohon, karena untuk mengatasi banjir harus diselesaikan mulai dari ujungnya. Sehingga dari hulu hingga hilir harus ada perbaikan. "Kenapa kita ke Bogor, memang hulu Ciliwung ada di sini. Di Cisarua, ada di Megamendung, ada juga di Telaga Saat," katanya.

Dikatakan Jokowi, pohon-pohon harus ditanam di kawasan lindung agar saat hujan turun air tidak terbuang ke sungai melainkan diserap tanah. Mantan Walikota Surakarta itu juga tidak mau menyalahkan siapapun dengan banjir yang melanda ibu kota. "Kita tidak pernah menyalahkan siapa pun. Yang di hulu itu siapa? tetapi yang penting bagaimana kita menyelesaikan masalah dan persoalan-persoalan yang ada dan mungkin sedikit-sedikit kalau kita bisa memberikan dukungan," katanya.

Diakui Jokowi, kerjasama nyata antar daerah seperti ini sangat diperlukan. Karena  tidak mungkin, Jakarta bisa menyelesaikan masalah banjir sendirian. Terlebih, sejak dulu sudah banyak rencana yang dibuat tetapi tidak pernah terealisasi. "Kita tidak usah membuat rencana-rencana lagi. Karena actionnya sudah dilakukan, tinggal diteruskan dalam jumlah yang besar," kata Jokowi.

Bupati Bogor, Rahmat Yasin menambahkan,  banjir yang terjadi di Jakarta merupakan kesalahan manusia itu sendiri dalam mengelola alam. Masyarakat, katanya, banyak yang kurang menyadari bahwa alam untuk dimanfaatkan. "Apa yang harus kita bangun, perbuat dan lakukan untuk bisa meminimalisir luapan air yang melimpah ke Jakarta sehingga Jakarta tidak sanggup mewadahi air itu yang akhirnya meluap ke mana-mana," kata Rachmat.

Ditambahkan Rachmat, penanaman pohon di daerah hulu ini harusnya tidak linier dengan pembangunan villa, melainkan harus berbanding terbalik. Sehingga ruang terbuka hijau semakin bertambah. "Jadi, jangan kita tanam pohon, tapi villa juga dibangun. Harusnya sebaliknya kita tanam pohon tapi villa-villa juga harus dibongkar," tegasnya.

Kepala Perhutani Divisi 1 Jawa Barat, Dadang Hendaris menambahkan, di Daerah Alirang Sungai Ciliwung (DAS) terdapat 36.000 hektare lahan yang terdapat  kawasan hutan konservasi yang dikelola Perhutani seluas 2.000 hektare.




 
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 8860

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3335

Syafrin Tinjau Lokbin dan Pasar Jaya Pasar Minggu

Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

Senin, 27 Juli 2026 2545

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1612

Pelantikan dpp forkabi rezap2

Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

Jumat, 24 Juli 2026 2864

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks