Sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan hulu sungai Ciliwung, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bersama Bupati Bogor, Rachmat Yasin secara simbolis menanam pohon kayu putih di Telaga Saat, Bogor. Kedua pemimpin ini pun mengaku sudah memiliki solusi untuk mengatasi banjir di Jakarta dan sekitarnya sehingga harus ada langkah konkret yang harus segera dikerjakan. Rencananya, sebanyak 10 ribu pohon akan ditanam di kawasan hulu Sungai Ciliwung tersebut.
"Masalahnya, problemnya jelas semua. Jalan keluar yang harus kita lakukan juga jelas. Mari kita sekarang bekerja," ujar Jokowi, di Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).
Pihaknya, kata Jokowi, sengaja memilih daerah hulu untuk penanaman pohon, karena untuk mengatasi banjir harus diselesaikan mulai dari ujungnya. Sehingga dari hulu hingga hilir harus ada perbaikan. "Kenapa kita ke Bogor, memang hulu Ciliwung ada di sini. Di Cisarua, ada di Megamendung, ada juga di Telaga Saat," katanya.
Dikatakan Jokowi, pohon-pohon harus ditanam di kawasan lindung agar saat hujan turun air tidak terbuang ke sungai melainkan diserap tanah. Mantan Walikota Surakarta itu juga tidak mau menyalahkan siapapun dengan banjir yang melanda ibu kota. "Kita tidak pernah menyalahkan siapa pun. Yang di hulu itu siapa? tetapi yang penting bagaimana kita menyelesaikan masalah dan persoalan-persoalan yang ada dan mungkin sedikit-sedikit kalau kita bisa memberikan dukungan," katanya.
Diakui Jokowi, kerjasama nyata antar daerah seperti ini sangat diperlukan. Karena tidak mungkin, Jakarta bisa menyelesaikan masalah banjir sendirian. Terlebih, sejak dulu sudah banyak rencana yang dibuat tetapi tidak pernah terealisasi. "Kita tidak usah membuat rencana-rencana lagi. Karena actionnya sudah dilakukan, tinggal diteruskan dalam jumlah yang besar," kata Jokowi.
Bupati Bogor, Rahmat Yasin menambahkan, banjir yang terjadi di Jakarta merupakan kesalahan manusia itu sendiri dalam mengelola alam. Masyarakat, katanya, banyak yang kurang menyadari bahwa alam untuk dimanfaatkan. "Apa yang harus kita bangun, perbuat dan lakukan untuk bisa meminimalisir luapan air yang melimpah ke Jakarta sehingga Jakarta tidak sanggup mewadahi air itu yang akhirnya meluap ke mana-mana," kata Rachmat.
Ditambahkan Rachmat, penanaman pohon di daerah hulu ini harusnya tidak linier dengan pembangunan villa, melainkan harus berbanding terbalik. Sehingga ruang terbuka hijau semakin bertambah. "Jadi, jangan kita tanam pohon, tapi villa juga dibangun. Harusnya sebaliknya kita tanam pohon tapi villa-villa juga harus dibongkar," tegasnya.
Kepala Perhutani Divisi 1 Jawa Barat, Dadang Hendaris menambahkan, di Daerah Alirang Sungai Ciliwung (DAS) terdapat 36.000 hektare lahan yang terdapat kawasan hutan konservasi yang dikelola Perhutani seluas 2.000 hektare.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar
Kamis, 19 Maret 2026
2383
Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan
Kamis, 19 Maret 2026
2470
Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan
Selasa, 17 Maret 2026
1754
Pemprov DKI Bakal Gelar Halalbihalal di Lapangan Banteng
Sabtu, 21 Maret 2026
667
Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran