Komisi A Harap Kegagalan Pengadaan Lahan RPTRA Tak Terulang

Selasa, 29 Agustus 2017 Reporter: Oki Akbar Editor: Andry 2918

       Komisi A Minta Kegagalan Pembangunan RPTRA Tak Terulang

(Foto: doc)

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta berharap kegagalan pengadaan lahan untuk pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang telah dialokasikan kepada lima wali kota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 tidak kembali terulang

Semoga masalah ini tak terulang dan dapat menjadi catatan agar penganggaran ke depan lebih baik lagi

"Semoga masalah ini tak terulang dan dapat menjadi catatan agar penganggaran ke depan lebih baik lagi," ujar Syarif, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (29/8).

Ia menjelaskan, dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan 2017, pihaknya telah berupaya memperjuangkan agar anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk pengadaan lahan RPTRA di lima wilayah kota dapat dilanjutkan.

"Karena bagaimana pun juga RPTRA ini adalah program untuk warga Jakarta," katanya.

BERITA TERKAIT
Pembangunan RPTRA 2018 Tetap Ada

48 RPTRA akan Dibangun Tahun 2018

Senin, 28 Agustus 2017 3035

 BPAD Diminta Verifikasi Lahan Untuk Pembangunan RPTRA

RPTRA Bisa Dibangun di Aset Pemprov yang Belum Dimanfaatkan

Selasa, 29 Agustus 2017 2795

BERITA POPULER
Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis, Jadi 211 RW

Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis

Rabu, 06 Mei 2026 1181

Gubernur pramono kartini rezap

Pramono Sebut Perempuan Jadi Ujung Tombak Kemajuan Jakarta

Kamis, 07 Mei 2026 543

Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 1012

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 928

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1294

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks