Tanggul Pasir Jebol, SDN 08 Duren Sawit Terendam

Senin, 03 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 3113

tanggul_sdn_o8_jebol_nurito.jpg

(Foto: doc)

Tanggul penahan saluran air di Jl Rawa Domba, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang terbuat karung pasir jebol hingga menyebabkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Duren Sawit, terendam banjir. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu menjadi terganggu dan terpaksa diungsikan ke sekolah lainnya. Banjir yang menggenangi sekolah itu terjadi sejak pukul 03.00 dinihari dengan ketinggian mencapai 1 meter. Beruntung, 450 siswanya sudah diungsikan sejak sebulan lalu ke SDN Duren Sawit 16 dan 17.

Kepala SDN Duren Sawit 08, Supeni mengatakan, pemasangan tanggul berupa karung berisi pasir tak berpengaruh, terbukti sekolah itu masih tergenang. Bahkan, air menggenangi semua ruang kelas yang ada. Sebelumnya, sekolah itu memang kerap tergenang tapi hanya berlangsung sebentar dan cepat surut. Namun, sejak adanya pengerjaan proyek gorong-gorong yang belum rampung oleh Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jakarta Timur banjir yang menggenangi SDN 08 menjadi lebih lama, bahkan hingga satu hari.

"Kami minta ganti rugi agar dibangun pagar tembok lagi oleh Sudin PU Tata Air Jakarta Timur. Karena penyebab banjir kan adanya proyek pembuatan gorong-gorong oleh Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, ya harusnya bertanggungjawab dong," keluh Supeni, Senin (3/2).

Dikatakan Supeni, pihaknya sudah meminta agar dibuatkan pagar tembok kembali. Selain itu, penyedotan genangan juga dinilai lambat dan hanya mengandalkan pompa berukuran kecil serta tidak dilakukan ketika cuaca cerah meskipun masih ada genangan. "Kami hanya berharap agar Sudin PU Tata Air membangun pagar tembok yang roboh. Karena pagar ini untuk penahan banjir agar air tak masuk ke ruang kelas," kata Supeni.

Pihaknya, lanjut Supeni, terpaksa terus mengungsikan siswanya ke sekolah lain karena kondisi cuaca masih tak menentu. Diakui Supeni, sejauh ini Sudin PU Tata Air tak pernah melakukan komunikasi dengan pihak sekolah. Setiap terjadi banjir, hanya lurah dan camat setempat yang mendatangi sekolah.

Sementara, Kasie Sarana dan Prasarana Pengendalian Banjir, Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, Supriyatno mengatakan, agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu persoalan yang terjadi, mengingat objeknya adalah milik sekolah.  

"Kita kan sama-sama di pemerintah, jadi akan kita pelajari dulu. Kalau obyeknya di saluran air, bisa dikerjakan. Yang jelas ini masalah ini akan dipelajari dulu. Kalau memang memenuhi syarat, ya kita kerjakan," ujar Supriyatno.


BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9241

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3209

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3630

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1926

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1491

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks