Yoyo Muchtar, Berjuang Lestarikan Keroncong Betawi

Rabu, 02 Agustus 2017 Reporter: Keren Margaret Vicer Editor: Toni Riyanto 4405

Kemurnian Orkes Keroncong Masih Terjaga

(Foto: Keren Margaret Vicer)

Usianya tidak lagi muda, namun perjuangannya untuk melestarikan seni musik Keroncong Betawi tak pernah surut. Yoyo Muchtar, pria yang terlahir 76 tahun silam ini terus menjaga eksistensi Keroncong Betawi melalui grup musik Keroncong Bandar Djakarta.

Masyarakat harus tahu kalau keroncong di Jakarta masih ada

Keroncong Bandar Djakarta didirikan sejak tahun 1978. Grup musik ini biasanya berlatih di Kompleks Perumahan DKI, Blok M3, No 1, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

"Sudah sejak kecil saya akrab dengan musik keroncong. Terlebih, orang tua saya juga mencintai musik keroncong. Saya belajar musik keroncong sejak usia 12 tahun," ujar Yoyo, kepada Beritajakarta, belum lama ini.

Dalam bermain musik keroncong, lanjutnya, tidak bisa sembarangan. Melainkan harus memiliki ruh agar bisa menghasilkan irama yang indah dan mendayu-dayu.

"Tidak boleh asal memainkan alat musik yang digunakan," katanya.

Dijelaskan Yoyo, kesetiaan untuk menggeluti musik keroncong yang dilakukannya tidak sebatas karena kecintaan. Tapi, karena ingin betul-betul melestarikan musik ini.

"Masyarakat harus tahu kalau keroncong di Jakarta masih ada. Meskipun, banyak orang beranggapan aliran musik ini sudah ketinggalan zaman," ungkapnya.

Sejumlah alat musik yang digunakan dalam Kerocong Betawi yakni, biola, flute, celo, benyu, gitar, dan bass. Sementara, sejumlah lagu yang sering diperdengarkan diantaranya, Stanbul Betawi, Melayu Hilang Tak Berkesan dan Renungkanlah.

"Musik keroncong sendiri sudah ada sejak sekitar abad 16. Keroncong Betawi dulunya digunakan untuk hantaran main pukul dalam pencak silat Betawi dan menjadi musik yang mengiringi tarian Melayu," tuturnya.

Memungkasi perbincangan, Yoyo berharap, pemerintah mampu memberikan ruang untuk berkreasi dalam menampilkan kesenian Betawi yang ada di Jakarta dan mengajak instansi swasta untuk ikut serta bergabung melestarikannya.

"Kita ingin bisa lebih sering tampil di hotel, perusahaan dan rumah makan maupun di tempat destinasi wisata yang ada di Jakarta," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Melestarikan Orkes Gambang Kromong Hingga Saat Ini

Menjaga Eksistensi Gambang Kromong

Selasa, 01 Agustus 2017 13556

Keroncong Bandar Djakarta Memikat pengunjung

Keroncong Bandar Djakarta Hibur Pengunjung Lebaran Betawi

Minggu, 30 Juli 2017 3221

Gambang Kromong Modern PPSB JakSel Isi Lebaran Betawi Setu Babakan

Gambang Kromong Modern akan Dipentaskan Saat Lebaran Betawi

Kamis, 27 Juli 2017 6435

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5522

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 1116

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1951

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1178

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 770

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks