Menlu Inggris Dukung Jokowi Berantas Korupsi

Selasa, 28 Januari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 3729

jokowi_menlu_inggris_erna.jpg

(Foto: doc)

Sikap antikorupsi yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dalam menjalankan roda pemerintahan di Pemprov DKI mengundang dukungan dari banyak pihak. Termasuk juga dari Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague. William yang baru pertama kali datang ke Indonesia, mengaku sangat mendukung langkah Jokowi dalam memberantas korupsi dan transparansi keuangan. Menurutnya setiap negara harus banyak belajar satu sama lain, sehingga bisa melihat kebijakan yang dilakukan.

"Semua negara harus banyak belajar satu sama lain. Tidak ada negara yang sempurna. Di UK (United Kingdom|) kami melakukan banyak upaya terkait pemerintahan yang terbuka, seperti keterbukaan informasi, dan memastikan korupsi terberantas dengan cara itu," kata William, yang datang ke Balaikota dengan Toyota Land Cruiser hitam nopol CD 15 01 itu, Selasa (28/1).

Ia mengaku senang berdiskusi dengan pria asal Solo itu. Menurutnya banyak langkah sama yang dilakukan dalam hal memberantas korupsi. Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) akan didorong untuk membantu Pemprov DKI Jakarta memberantas korupsi di ibu kota.

"Banyak kesamaan dalam pekerjaan yang dilakukan di Inggris dan Jakarta. Kami juga mencoba mendorong beberapa organisasi di sini seperti Transparency International (TI) untuk membantu gubernur. Saya senang membandingkan pengalaman masing-masing, dan juga mendengar tentang peningkatan pendapatan daerah yang signifikan, setelah menerapkan e-government. Sekali lagi, ini sama dengan yang kita lakukan di UK," ucapnya.

Terkait pertemuan tersebut, Jokowi yang kali ini tampak rapi dengan setelan jas hitam mengaku pertemuan hanya membahas mengenai pemberantasan korupsi, good governance, serta membangun sistem transpansi keuangan.

"Kita bicara masalah good governance, korupsi, masalah membangun sistem transparan, kira-kira itu saja. Kita bilang juga sudah membuat poster anggaran, upload APBD di website, komplain front office," jelas Jokowi.

Diakui Jokowi, meski telah dilakukan langkah-langkah transparansi, namun perlu waktu agar semuanya berjalan dengan baik. Pasalnya, saat ini baik sumber daya manusia (SDM) serta proses birokrasi masih mengikuti. "Saya kira sudah melakukan semuanya, tapi perlu waktu untuk semua birokrasi kita mengikutinya. Saya cerita kita sudah lakukan juga online tax, e-budgeting, e-purchasing, cash management system (CMS)," ujarnya.

Untuk masalah good governance nantinya, kata Jokowi, akan kerjasama juga dengan Indonesia Corruption Wacth (ICW) dan Transparency International (TI). Ia pun tidak mau menyebutkan pembahasan lainnya yang dibicarakan keduanya. Bahkan, ketika disinggung mengenai dukungan untuk maju dalam pemilihan presiden, Jokowi mengaku tidak dibahas. "Ya rahasialah, masak dibuka semua. Itu sajalah kira-kira," tandas Jokowi.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7041

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4668

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2189

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1758

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2206

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks