DPRD: Jokowi Fokus Atasi Banjir di Jakarta

Senin, 27 Januari 2014 Reporter: Folmer Editor: Erikyanri Maulana 3496

Ultah-PDIP-ke-41.jpg

(Foto: doc)

Masalah banjir tetap menjadi fokus utama untuk segera diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Buktinya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meningkatkan alokasi anggaran untuk penanggulangan banjir di ibu kota. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya pun mencapai dua kali lipat dibanding alokasi anggaran tahun sebelumnya.  

"Pengalokasian penanganan banjir dari Rp 2,31 triliun di APBD 2013, kini menjadi Rp 5,5 triliun dalam pada APBD 2014 merupakan bukti Jokowi fokus atasi banjir di Jakarta," ujar Boy Bernardi Sadikin, Wakil ketua DPRD DKI, Senin (27/1).

Putra sulung mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin ini mengatakan, penggunaan dana ini salah satunya bertujuan menormalisasi sungai dan waduk. Mulai dari pengerukan, pelebaran kali, pembebasan lahan, membangun rumah susun (rusun) dan pembuatan waduk.

Boy yang juga ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta ini menuturkan, pihak legislatif memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI yang berupaya melakukan banyak terobosan untuk mengurangi banjir di ibu kota. Mulai dari pembangunan rumah pompa hingga melakukan kesepakatan dengan pemerintah daerah sekitar Kota Jakarta. "Program kegiatan pembangunan infrastruktur penanganan banjir yang dimasukkan dalam APBD DKI 2014 cukup banyak. Saya apresiasi terobosan yang dilakukan Pemprov DKI," tuturnya.

Pemprov DKI, lanjut Boy, telah mengalokasikan anggaran untuk membangun lima rumah pompa dengan nilai anggaran sekitar Rp 400 miliar per rumah pompa. Lalu, menyelesaikan normalisasi Cengkareng Drain. Kemudian juga menyelesaikan dua paket pengerukan sungai di bawah program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) dengan nilai Rp 600 miliar.

Boy mengakui, penanganan banjir Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Joko Widodo belum berjalan sesuai harapan masyarakat. "Seandainya ada masyarakat yang dulu menaruh kepercayaan ke Jokowi sekarang belum terbukti, wajar kecewa. Karena harus diingat mengatasi banjir dan kemacetan Jakarta, penanganannya komprehensif integral," tambahnya.

Boy menilai, menangani banjir Jakarta tidak akan terselesaikan hanya dengan waktu 1-5 tahun. Namun, sambung Boy, setidaknya Jokowi dalam setahun terakhir ini sudah melakukan koordinasi ke pemerintah pusat dan daerah penyangga. Bahkan dalam catatan dirinya, dalam 10 tahun terakhir baru saat ini koordinasi dilakukan oleh Jokowi. "Langkah Pemprov DKI sudah mulai membuahkan hasil. Menata kawasan pinggir sungai, menata kawasan pemukiman, menambah jalur bus Transjakarta. Soal sekarang masih banjir, wajar kok, karena memang butuh waktu," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7043

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4675

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2198

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2209

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1760

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks