DPRD: Jokowi Fokus Atasi Banjir di Jakarta

Senin, 27 Januari 2014 Reporter: Folmer Editor: Erikyanri Maulana 3379

Ultah-PDIP-ke-41.jpg

(Foto: doc)

Masalah banjir tetap menjadi fokus utama untuk segera diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Buktinya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meningkatkan alokasi anggaran untuk penanggulangan banjir di ibu kota. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya pun mencapai dua kali lipat dibanding alokasi anggaran tahun sebelumnya.  

"Pengalokasian penanganan banjir dari Rp 2,31 triliun di APBD 2013, kini menjadi Rp 5,5 triliun dalam pada APBD 2014 merupakan bukti Jokowi fokus atasi banjir di Jakarta," ujar Boy Bernardi Sadikin, Wakil ketua DPRD DKI, Senin (27/1).

Putra sulung mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin ini mengatakan, penggunaan dana ini salah satunya bertujuan menormalisasi sungai dan waduk. Mulai dari pengerukan, pelebaran kali, pembebasan lahan, membangun rumah susun (rusun) dan pembuatan waduk.

Boy yang juga ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta ini menuturkan, pihak legislatif memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI yang berupaya melakukan banyak terobosan untuk mengurangi banjir di ibu kota. Mulai dari pembangunan rumah pompa hingga melakukan kesepakatan dengan pemerintah daerah sekitar Kota Jakarta. "Program kegiatan pembangunan infrastruktur penanganan banjir yang dimasukkan dalam APBD DKI 2014 cukup banyak. Saya apresiasi terobosan yang dilakukan Pemprov DKI," tuturnya.

Pemprov DKI, lanjut Boy, telah mengalokasikan anggaran untuk membangun lima rumah pompa dengan nilai anggaran sekitar Rp 400 miliar per rumah pompa. Lalu, menyelesaikan normalisasi Cengkareng Drain. Kemudian juga menyelesaikan dua paket pengerukan sungai di bawah program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) dengan nilai Rp 600 miliar.

Boy mengakui, penanganan banjir Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Joko Widodo belum berjalan sesuai harapan masyarakat. "Seandainya ada masyarakat yang dulu menaruh kepercayaan ke Jokowi sekarang belum terbukti, wajar kecewa. Karena harus diingat mengatasi banjir dan kemacetan Jakarta, penanganannya komprehensif integral," tambahnya.

Boy menilai, menangani banjir Jakarta tidak akan terselesaikan hanya dengan waktu 1-5 tahun. Namun, sambung Boy, setidaknya Jokowi dalam setahun terakhir ini sudah melakukan koordinasi ke pemerintah pusat dan daerah penyangga. Bahkan dalam catatan dirinya, dalam 10 tahun terakhir baru saat ini koordinasi dilakukan oleh Jokowi. "Langkah Pemprov DKI sudah mulai membuahkan hasil. Menata kawasan pinggir sungai, menata kawasan pemukiman, menambah jalur bus Transjakarta. Soal sekarang masih banjir, wajar kok, karena memang butuh waktu," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9234

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3202

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3625

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1920

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1485

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks