Basuki: Jadi Gubernur Akibat Kecelakaan Politik

Rabu, 27 Agustus 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 4683

Basuki Akui Jadi Gubernur Karena Kecelakaan Politik

(Foto: doc)

Apabila Joko Widodo telah resmi dilantik sebagai Presiden RI periode 2014-2019 pada 20 Oktober mendatang, secara otomatis Basuki Tjahaja Purnama akan menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta. Jabatan menjadi orang nomor satu di ibu kota itu dinilai pria yang akrab disapa Ahok ini merupakan sebuah kecelakaan politik.

Bukan salahnya Gerindra dong. Kan perjanjian awal gubernurnya PDIP dan jatah wagub di Gerindra. Dan sekarang saya jadi gubernur kan bukan salah kita (Gerindra), rezeki kita siapa suruh pergi kan

"Saya menjadi gubernur sebenarnya kecelakaan politik saja," kata Basuki di Balaikota, Rabu (27/8).

Dikatakan Ahok, lantaran Jokowi menjadi presiden, posisi wakil gubernur pun menjadi rebutan dua partai pengusung Jokowi-Ahok saat Pemilukada DKI 2012 lalu. Kedua partai tersebut adalah PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Hingga saat ini banyak bermunculan nama-nama yang akan diusulkan untuk menggantikan posisi pria asal Belitung Timur itu.

Menurut Ahok, Partai Gerindra menganggap bahwa jatah wakil gubernur sejak awal adalah miliknya. Karena porsi PDI Perjuangan adalah sebagai gubernur. Sehingga Partai Gerindra menganggap juga berhak untuk mengusulkan nama pengganti Ahok.

"Bukan salahnya Gerindra dong. Kan perjanjian awal gubernurnya PDIP dan jatah wagub di Gerindra. Dan sekarang saya jadi gubernur kan bukan salah kita (Gerindra), rezeki kita siapa suruh pergi kan," kata Ahok.

Disisi lain, PDI Perjuangan memiliki persepsi yang berbeda. Mereka menganggap bahwa porsi wakil gubernur sekarang sepenuhnya adalah miliknya. Pasalnya, Ahok yang berasal dari Partai Gerindra telah menduduki posisi gubernur. "PDIP menganggap ya mesti adil dong masa Gerindra sudah jatah jadi gubernur, ya wagub kasih ke kita (PDI Perjuangan) lah supaya seimbang dan ini yang tidak ketemu. Dua pemikiran ini yang tidak ketemu," ujarnya.

Jika tetap tidak menemukan kesepakatan, mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku siap untuk tidak memiliki wakil gubernur. Sesuai dengan undang-undang hal itu pun dibolehkan. Terlebih di Pemprov DKI memiliki empat deputi, yang fungsinya hampir sama dengan wakil gubernur. 

"Menurut undang-undang bisa kerja sendiri, kita tidak mengajukan pun tidak ada sanksi. Kita punya empat deputi gubernur, ditambah satu sekda dan lima asisten lagi menurut aturan yang baru," ujarnya. 

Kendati demikian, diakui suami Veronica Tan ini, jika ada wakil gubernur akan lebih baik. Hal tersebut merupakan pilihan terakhir yang akan diambil, jika tidak ada kesepakatan antara kedua partai tersebut. Pasalnya masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.

BERITA TERKAIT

Ahok Ingin Dilibatkan Dalam Pemilihan Wagub

Selasa, 26 Agustus 2014 4421

Anggota DPRD DKI Diimbau Lapor Harta Kekayaan

Pengganti Ahok Setelah Komisi di DPRD Terbentuk

Senin, 25 Agustus 2014 4736

ahok baju batik balkot

Calon Wagub DKI Harus Laporkan Harta Kekayaan

Selasa, 19 Agustus 2014 7033

ahok_peci_kopiah.jpg

Basuki Pilih Sarwo Handayani Jadi Wagub DKI

Jumat, 22 Agustus 2014 6597

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7128

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4816

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1958

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2493

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1054

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks