Jokowi Sepakat Tolak Proyek Sodetan Cisadane

Sabtu, 25 Januari 2014 Reporter: Lopi Kasim Editor: Dunih 2684

jokowi_tangerang_lopi.jpg

(Foto: doc)

Rencana pembuatan sodetan Cisadane di Tangerang, Banten, untuk mengalirkan air dari Ciliwung yang akan dibuat pemerintah pusat, membuat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) datang langsung menemui Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. Namun, setelah berdiskusi dengan pejabat setempat dan melihat langsung aliran sungai di Pintu Air Pasar Baru dan Irigasi Cisadane, Jokowi sepakat menolak proyek pemerintah pusat tersebut.

Dalam pertemuan itu diputuskan, saat ini memang tidak diperlukan sodetan lantaran sebelum dilakukan sodetan permukaan Sungai Cisadane pun sudah tidak memungkinkan. Sebab, yang diperlukan dan diprioritaskan di wilayah tersebut adalah normalisasi Kali Ciliwung dan Sungai Cisadane.

"Setelah kita datang ke lapangan dan melihat kondisi riil yang ada di Kali Cisadane jelas sekali bahwa di sini air itu sudah hampir mencapai bibir sungai, jadinya kalau ada sodetan akan menjadikan wilayah Tangerang banjir, baik di Kota Tangerang maupun di Kabupaten Tangerang. Kalau kita tidak ke lapangan ya tidak tahu, tetapi setelah ke lapangan jelas sekali, sehingga menurut saya yang dibutuhkan adalah normalisasi Cisadane (dan Ciliwung)," jelas Jokowi, saat meninjau Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, Sabtu (25/1).

Selain masalah teknis, kata Jokowi, ada dampak sosial yang menjadi pertimbangan mengapa sodetan tersebut perlu kajian lebih lanjut. Ditegaskan Jokowi, baik Pemprov DKI Jakarta maupun Banten tidak berwenang melakukan normalisasi. Tapi Kementerian PU dalam hal ini pemerintah pusat yang berwenang melakukan itu.
“Buat saya, kalau memang tidak bisa, ya jangan dipaksakan membangun sodetan," tegasnya.

Wakil Gubernur Banten, Rano Karno menambahkan, sebagai sebuah wilayah provinsi yang menjadi bagian dari pemerintah pusat pihaknya mendukung semua rencana yang dilakukan pemerintah pusat, namun dengan catatan wilayahnya tidak mendapat imbas dari banjir di ibu kota.

“Kami sebagai provinsi tentunya harus mendukung semua yang dilakukan oleh pusat, pasti kita dukung. Namun, dengan catatan wilayah kami jangan menjadi korban (banjir). Alhamdulilah hari ini Pak jokowi datang ke sini dan beliau juga lihat," katanya.

Ditambahkan Rano, kalaupun nanti sodetan jadi direalisasikan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum, normalisasi sungai tetap menjadi prioritas. Sebab, kalau tidak air di Sungai Cisadane tidak akan bisa menampung air. "Mengerjakan normalisasi ini butuh waktu, kalau di wilayah Tangerang Selatan, kemudian masuk ke Tangerang kota mungkin membutuhkan waktu 10 tahun. Jadi, normalisasi dulu baru kita bicara sodetan. Normalisasi merupakan prioritas utama," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3659

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 647

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1421

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1036

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks