Warga yang bermukim di Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen mulai mengeluhkan proyek normalisasi Kali Ciliwung yang saat ini tengah dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pasalnya, akibat proyek itu membuat jalan inspeksi sepanjang dua kilometer yang menghubungkan Jl Kenari I hingga Jl Kramat VII mengalami retak-retak lantaran sering dilewati kendaraan berat.
Tak hanya itu, proyek itu juga membuat dinding rumah warga mengalami keretakan akibat hentakan alat paku bumi untuk mengebor tanah dalam proyek tersebut. "Alat paku bumi kalau sedang difungsikan, getarannya sangat terasa. Akibatnya banyak dinding rumah warga yang mengalami retak-retak," ujar Syarifuddin, warga RT 04/03, Jalan Kenari II, Kelurahan Kenari, Kamis (27/3).
Pria berusia 40 tahun ini berharap, proyek normalisasi Kali Ciliwung segera rampung agar tidak mengganggu kenyamanan warga. "Warga juga meminta pertanggungjawaban agar jalan dan rumah warga yang rusak langsung diperbaiki," pintanya.
Sementara itu, Irwanto (50), warga RT 04/04 yang juga anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kenari mengaku, pihaknya sudah mengajukan surat resmi ke pihak Kecamatan Senen, terkait dampak negatif proyek normalisasi Kali Ciliwung di wilayahnya. "Kami juga sudah sampaikan dalam rapat di kecamatan soal keluhan warga, namun hingga kini belum ada tanggapan," kata Irwanto.
Ia mengaku khawatir, apabila keretakan jalan itu tidak segera diperbaiki akan memakan korban jiwa, khususnya pengendara roda dua yang melintas. "Sudah sering terjadi kecelakaan, kemarin sore saja tiga pengendara motor yang jatuh di jalan yang retak-retak itu," ungkapnya.
Wakil Camat Senen, Ichsan Saruri mengaku, sudah mengetahui kondisi di lapangan terkait dampak dari proyek normalisasi sungai tersebut. "Memang ada sejumlah titik jalan yang mengalami keretakan, mulai dari rusak ringan hingga berat. Aspirasi warga sudah kami sampaikan kepada Sudin Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jakarta Pusat, namun belum ada balasan," ucapnya.
Ichsan berharap, Sudin PU Jalan Jakarta Pusat segera memperbaiki jalan rusak tersebut karena akses jalan itu merupakan jalur alternatif menuju kawasan Cikini.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3561
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
646
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital