Tinjau Banjir, Jokowi Naik Truk Satpol PP

Rabu, 29 Januari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 2769

jokowi_banjir_truk_satpol_erna2.jpg

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengunjungi korban banjir di Kampung Sawah, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun, tidak seperti biasanya, kali ini Jokowi menumpang truk Satpol PP saat meninjau sejumlah lokasi banjir.

Dalam kujungannya kali ini, Jokowi ingin melihat langsung aliran air yang masuk hingga ke pemukiman warga. Usai melihat luapan air dari Kali Sunter yang masuk ke pemukiman warga, Jokowi pun langsung memerintah Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto yang turut hadir untuk mengirim karung pasir agar aliran air bisa dihambat.

Namun setelah meninjau lebih jauh lagi, Jokowi kemudian memerintahkan agar kiriman karung pasir dibatalkan. Sebab, jalan air masuk ke pemukiman warga tidak hanya di satu titik, sehingga akan percuma jika hanya satu titik saja yang ditutup.

Diakui Jokowi, agar warga terbebas dari banjir, satu-satunya cara adalah dengan menormalisasi Kali Sunter. Saat ini normalisasi sedang dilakukan, namun baru berjalan sampai Halim. Selain dilakukan normalisasi, sambung Jokowi, nantinya akan dibuat sodetan ke Kanal Banjir Timur (KBT). "Sekarang normalisasi baru sampai Halim. Nanti setelah sampai di sini akan disodet ke KBT. Problemnya memang belum selesai, mungkin 2 tahunan lah baru selesai," ujar Jokowi, di sela-sela kunjungannya, Rabu (29/1).

Dikatakan Jokowi, normalisasi dan sodetan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara Pemprov DKI Jakarta hanya melakukan relokasi warga dan membebaskan lahan. "Ini harus relokasi, harus pembebasan lahan di kanan kiri. Justru yang paling memakan waktu adalah pembebasan tanah warga," katanya.

Untuk relokasi warga, masih membutuhkan waktu lantaran rumah susun sederhana sewa (rusunawa) belum siap. Beberapa lokasi rusun yang akan menjadi tempat relokasi yakni Rusun Cipinang Besar Selatan dan Marunda.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memberikan bantuan beras sebanyak dua ton, serta buku tulis kepada anak-anak. Ia juga menengok lokasi pengungsian di belakang kantor kelurahan Pondok Bambu. Saat menuju lokasi pengungsian, Jokowi tiba-tiba berbelok ke ruang pelayanan terpadu. Namun setelah masuk, ia melihat kondisi ruangan tampak kosong. "Ini pada kemana?, kok tidak ada orang?," tanya Jokowi.

Salah seorang petugas kelurahan pun kemudian menjawab sambil terbata-bata. Ia beralasan kosongnya ruang pelayanan karena para petugas ikut membantu menangani banjir. "Mungkin karena banjir, jadi petugas ikut membantu pak," kata petugas itu.

Mendengar alasan tersebut, Jokowi hanya manggut-manggut dan kembali menuju lokasi pengungsian.

Sanan (30), salah seorang petugas Taruna Siaga bencana (Tagana) Jakarta Timur mengatakan, banjir di kawasan Cipinang Indah terjadi akibat luapan Kali Sunter. "Yang paling parah itu di kampung sawah, rumah warga banyak yang kerendam, dan rata-rata sudah mengungsi," kata dia.

Ditambahkan Sanan, total warga yang mengungsi akibat luapan kali tersebut jumlahnya mencapai 300 orang yang tinggal di Kampung Sawah dan perumahan Cipinang Indah. "Kebanyak dari kampung sawah, mayoritas warga mau untuk dipindahkan ke tempat pengungsian," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7040

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4666

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2188

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2206

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1752

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks