Tinjau Banjir, Jokowi Naik Truk Satpol PP

Rabu, 29 Januari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 2578

jokowi_banjir_truk_satpol_erna2.jpg

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengunjungi korban banjir di Kampung Sawah, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun, tidak seperti biasanya, kali ini Jokowi menumpang truk Satpol PP saat meninjau sejumlah lokasi banjir.

Dalam kujungannya kali ini, Jokowi ingin melihat langsung aliran air yang masuk hingga ke pemukiman warga. Usai melihat luapan air dari Kali Sunter yang masuk ke pemukiman warga, Jokowi pun langsung memerintah Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto yang turut hadir untuk mengirim karung pasir agar aliran air bisa dihambat.

Namun setelah meninjau lebih jauh lagi, Jokowi kemudian memerintahkan agar kiriman karung pasir dibatalkan. Sebab, jalan air masuk ke pemukiman warga tidak hanya di satu titik, sehingga akan percuma jika hanya satu titik saja yang ditutup.

Diakui Jokowi, agar warga terbebas dari banjir, satu-satunya cara adalah dengan menormalisasi Kali Sunter. Saat ini normalisasi sedang dilakukan, namun baru berjalan sampai Halim. Selain dilakukan normalisasi, sambung Jokowi, nantinya akan dibuat sodetan ke Kanal Banjir Timur (KBT). "Sekarang normalisasi baru sampai Halim. Nanti setelah sampai di sini akan disodet ke KBT. Problemnya memang belum selesai, mungkin 2 tahunan lah baru selesai," ujar Jokowi, di sela-sela kunjungannya, Rabu (29/1).

Dikatakan Jokowi, normalisasi dan sodetan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara Pemprov DKI Jakarta hanya melakukan relokasi warga dan membebaskan lahan. "Ini harus relokasi, harus pembebasan lahan di kanan kiri. Justru yang paling memakan waktu adalah pembebasan tanah warga," katanya.

Untuk relokasi warga, masih membutuhkan waktu lantaran rumah susun sederhana sewa (rusunawa) belum siap. Beberapa lokasi rusun yang akan menjadi tempat relokasi yakni Rusun Cipinang Besar Selatan dan Marunda.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memberikan bantuan beras sebanyak dua ton, serta buku tulis kepada anak-anak. Ia juga menengok lokasi pengungsian di belakang kantor kelurahan Pondok Bambu. Saat menuju lokasi pengungsian, Jokowi tiba-tiba berbelok ke ruang pelayanan terpadu. Namun setelah masuk, ia melihat kondisi ruangan tampak kosong. "Ini pada kemana?, kok tidak ada orang?," tanya Jokowi.

Salah seorang petugas kelurahan pun kemudian menjawab sambil terbata-bata. Ia beralasan kosongnya ruang pelayanan karena para petugas ikut membantu menangani banjir. "Mungkin karena banjir, jadi petugas ikut membantu pak," kata petugas itu.

Mendengar alasan tersebut, Jokowi hanya manggut-manggut dan kembali menuju lokasi pengungsian.

Sanan (30), salah seorang petugas Taruna Siaga bencana (Tagana) Jakarta Timur mengatakan, banjir di kawasan Cipinang Indah terjadi akibat luapan Kali Sunter. "Yang paling parah itu di kampung sawah, rumah warga banyak yang kerendam, dan rata-rata sudah mengungsi," kata dia.

Ditambahkan Sanan, total warga yang mengungsi akibat luapan kali tersebut jumlahnya mencapai 300 orang yang tinggal di Kampung Sawah dan perumahan Cipinang Indah. "Kebanyak dari kampung sawah, mayoritas warga mau untuk dipindahkan ke tempat pengungsian," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3659

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 647

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1421

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1036

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks