988 Warga Sawah Besar Tidak Punya KTP DKI

Kamis, 14 Agustus 2014 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Dunih 5449

ktp warga sawah besar

(Foto: Suriaman Panjaitan)

Operasi Bina Kependudukan (Biduk) digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat di wilayah Kecamatan Sawah Besar. Hasilnya, sebanyak 988 warga terjaring lantaran tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.

Mereka yang terjaring kemudian diminta untuk membuat Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) di kelurahan masing-masing

Dari 988 warga yang terjaring di antaranya, sebanyak 245 orang terjaring di Kelurahan Karang Anyar, 192 orang di Kelurahan Kartini, 214 orang di Kelurahan Gunung Sahari Utara, 200 orang di Kelurahan Mangga Dua Selatan, 137 orang di Kelurahan Pasar Baru, serta 1 orang bernama Martial Njanpou Nano asal Kamerun yang tinggal di kosan RT 01/09, Kelurahan Karang Anyar. Warga Negara Asing (WNA) tersebut diketahui hanya memiliki visa, sedangkan paspornya telah kadaluarsa sejak Oktober 2013 lalu.

"Mereka yang terjaring kemudian diminta untuk membuat Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) di kelurahan masing-masing. Sementara warga negara Kamerun yang mengaku berprofesi sebagai pemain bola sebuah klub di Tangerang itu akan diserahkan ke pihak imigrasi untuk dideportasi ke negara asalnya," ujar Rustam Effendi, Plt Walikota Jakarta Pusat, Kamis (14/8).

Menurutnya, sebanyak 317 warga di antaranya telah selesai dibuatkan SKDS. Sedangkan sisanya masih dalam proses di kelurahan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI, Purba Hutapea menambahkan, Operasi Biduk dilakukan pihaknya sebagai salah satu cara menekan penduduk liar dan mendata warga luar DKI yang mengadu nasib di Jakarta.

"Dalam tiga tahun terakhir ini laju penambahan penduduk yang masuk ke DKI Jakarta cukup besar. Naik sekitar 30 persen. Hal ini harus disikapi dengan serius, karena  selama ini masyarakat masih menganggap Jakarta sebagai surga uang dan dapat merubah nasib mereka," kata Purba.

Padahal, untuk datang dan mengadu nasib di Jakarta, harus memiliki keahlian dan kesiapan mental. Karena itu, jika hanya bermodal nekat dan ikut-ikutan, pihaknya mengimbau agar warga tidak datang ke Jakarta. "Umumnya wilayah yang dijadikan sasaran kedatangan penduduk liar itu berada di wilayah kumuh dan padat seperti Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat," tandasnya

BERITA TERKAIT
skds rio

200 Warga Pendatang di Pasar Minggu Dapat SKDS

Selasa, 12 Agustus 2014 7407

Abdul Haris mengatakan pada tahun ini tidak lagi dilakukan razia terhadap pendatang yang enggan untu

Operasi Binduk, Dukcapil Sasar Rumah Kontrakan

Sabtu, 09 Agustus 2014 5568

Basuki: Pendatang Tinggal di Pinggir Sungai Dipulangkan

Senin, 04 Agustus 2014 5310

Pemudik Menumpuk di Terminal Tanjung Priok

68 Ribu Pendatang Baru Bakal Datangi Ibu Kota

Kamis, 31 Juli 2014 5263

Pemprov DKI Sudah Tidak Ada Operasi Yustisi

Pendatang Baru Harus Punya Saudara di Jakarta

Senin, 21 Juli 2014 4684

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2914

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1234

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 496

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1280

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1084

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks