Jokowi Berharap Kemen PU Segera Realisasikan Sodetan

Jumat, 24 Januari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 3691

sodetan_kbt_dokbj.jpg

(Foto: doc)

Rencana pembangunan sodetan Ciliwung - Cisadane hingga kini masih belum mendapatkan persetujuan dari Pemkot maupun Pemkab Tangerang. Sodetan ini diyakini tidak akan memindahkan banjir ke wilayah Tangerang, melainkan sebagai salah satu upaya mengatasi banjir, khususnya di ibu kota. Untuk itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) diharapkan segera turun tangan untuk merealisasikan pembangunan sodetan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah pusat untuk berbicara langsung kepada kepala daerah Banten maupun Tangerang.  "Tapi kan kita masih perlu bicara dengan Pak Rano dengan Pak Walikota Tangerang, Pak Bupati Tangerang. Itu nanti Kementerian PU yang bicara bukan saya. Itu pemerintah pusat," ujar Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (24/1).

Dikatakan Jokowi, hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah pusat karena sudah melibatkan daerah lain. Terlebih, nantinya yang membangun sodetan adalah Kementerian PU, bukan Pemprov DKI Jakarta. "Saya kan tidak bisa nyodet. Bukan di wilayah saya, itu kan di kementrian PU," katanya.

Diakui Jokowi, pihaknya hanya mendorong agar sodetan tersebut segera terealisasi. Sehingga aliran air di Sungai Ciliwung bisa dibagi dan kapasitasnya bisa berkurang. "Kita itu hanya ingin mendorong agar terealisasi seperti rencana pembangunan Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, inisiatifnya bertemu dengan beberapa kepala daerah seperti Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, Walikota Bogor, dan Kementerian PU, agar semua rencana yang telah ada sejak lama bisa terealisasikan. "Jadi yang pembangunan waduk sudah diputuskan, tahun ini jalan. Kenapa waktu itu saya telepon Pak Rano, Pak Aher dan Bupati ketemu di Katulampa, supaya ini segera terealisasi. Tapi yagn saya senang beliau semangat. Terutama untuk waduk, Bupati Bogor semangat sekali," katanya.

Sedangkan untuk sodetan Ciliwung - Cisadane, rencananya berbentuk terowongan besar atau menyerupai deep tunnel sepanjang 1,2 kilometer. Berdasarkan kajian sementara Balai Besar Ciliwung Cisadane, dengan adanya sodetan, maka debit air di Ciliwung - Katulampa akan berkurang dari 780 meter kubik per detik menjadi 490 meter kubik per detik.

Kemudian, debit air di Cisadane - Empang berubah dari 810 meter kubik per detik menjadi 970 meter kubik per detik serta Cisadane - Pasar Baru berubah dari 1.600 meter kubik per detik menjadi 1.900 meter kubik per detik.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3476

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 646

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1408

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1024

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks